Purbaya Buka Peluang Obligasi DKI, Tapi Soroti Kebutuhan dan Risiko
Menteri Keuangan menyetujui otonomi daerah menerbitkan obligasi, namun mempertanyakan urgensi dan menekankan kewaspadaan terhadap risiko fiskal nasional.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan menyatakan bahwa penerbitan surat utang daerah oleh Pemprov DKI Jakarta tetap dalam ranah otonomi yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan hak prerogatif pemerintah pusat, melainkan kewenangan yang dimiliki oleh pemerintah daerah, asalkan memenuhi kriteria kebutuhan dan kelayakan fiskal. Pernyataan ini disampaikan dalam kunjungan ke kompleks parlemen, menanggapi isu yang berkembang mengenai rencana Jakarta menerbitkan obligasi senilai Rp3,5 triliun.
Namun, meski tidak melarang, Purbaya menyampaikan kekhawatiran terhadap urgensi penerbitan tersebut. Ia menilai kondisi likuiditas kas daerah Jakarta saat ini jauh dari keterbatasan, bahkan dinilai cukup tebal untuk menopang anggaran operasional dan pembangunan. “Kalau uangnya sudah banyak, kenapa harus berutang?” tegasnya, menekankan bahwa keputusan keuangan harus didasarkan pada kebutuhan nyata, bukan sekadar keinginan.
Pernyataan ini disampaikan dalam konteks kebijakan fiskal yang lebih luas, terutama terkait pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp15 triliun oleh pemerintah pusat. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut bahwa pemangkasan tersebut menciptakan tekanan fiskal, sehingga penerbitan obligasi menjadi salah satu langkah mitigasi. Namun, Purbaya menegaskan bahwa kebijakan pemangkasan DBH telah dilakukan sesuai ketentuan dalam APBN, dan tidak bisa dibatalkan hanya karena keinginan daerah.
Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan dalam memberikan izin penerbitan surat utang daerah, mengingat risiko gagal bayar yang pernah mengguncang ekonomi negara berkembang seperti Brazil dan Argentina. “Jika daerah tidak mampu bayar, akhirnya pemerintah pusat harus menanggung, dan itu bisa memicu krisis fiskal nasional,” ujarnya. Oleh karena itu, kebijakan penerbitan obligasi harus dikaji secara ketat dan berbasis data.
Pada sisi lain, pihak Pemprov DKI menegaskan bahwa tujuan penerbitan obligasi bukan karena kekurangan dana, melainkan sebagai upaya pengelolaan keuangan yang lebih strategis. Menurut Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur, Yustinus Prastowo, langkah ini merupakan bentuk transformasi kebijakan fiskal modern, bukan tanda kelemahan keuangan. Ia menyebut bahwa obligasi daerah yang akan diterbitkan sebesar Rp3,5 triliun akan menjadi yang pertama di Indonesia, dengan harapan menarik minat investor karena daya tarik ekonomi Jakarta yang tinggi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


