Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Purbaya Dorong Kolaborasi Swasta dan Danantara Capai Pertumbuhan 6 Persen

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027 dengan menggandeng sektor swasta dan Danantara sebagai pendorong utama investasi nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 10.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Purbaya Dorong Kolaborasi Swasta dan Danantara Capai Pertumbuhan 6 Persen
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada tahun 2027 tidak dapat diraih tanpa keterlibatan aktif sektor swasta dan Danantara. Ia menekankan bahwa investasi nasional harus tumbuh hingga 7 persen untuk mendorong pertumbuhan yang signifikan. Dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI di kompleks parlemen, Purbaya menekankan pentingnya sinergi antara tiga pihak utama: pemerintah, pelaku usaha swasta, dan institusi Danantara sebagai pelaku strategis dalam pembangunan ekonomi.

Pemerintah, menurutnya, akan berperan sebagai katalisator dengan menyiapkan kebijakan dan infrastruktur yang mendukung. Sementara itu, sektor swasta diminta menjadi motor utama dalam mendorong pertumbuhan, khususnya di sektor yang berpotensi tinggi seperti industri manufaktur, teknologi, dan hilirisasi sumber daya alam. Danantara, di sisi lain, diminta fokus pada investasi strategis yang berdampak luas, terutama di bidang energi dan transportasi.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Purbaya menekankan perlunya menjaga stabilitas makroekonomi sebagai fondasi utama. Upaya ini mencakup pengendalian inflasi guna melindungi daya beli masyarakat, menjaga suku bunga tetap kompetitif demi memperluas akses pembiayaan, serta menjaga nilai tukar rupiah agar tetap stabil. Stabilitas ini dinilai krusial untuk menciptakan kepastian bagi investor, baik lokal maupun asing, dalam mengambil keputusan ekspansi dan investasi jangka panjang.

Dalam konteks sektor energi, pemerintah terus memperkuat produksi minyak dan gas bumi (migas) melalui berbagai strategi. Termasuk reaktivasi sumur yang tidak aktif, percepatan pengembangan cadangan baru, pemanfaatan teknologi mutakhir, serta peningkatan pengawasan operasional untuk meningkatkan efisiensi. Selain itu, iklim investasi hulu migas diperbaiki melalui kepastian hukum, insentif fiskal, dan penyederhanaan regulasi guna menarik minat investor. Tujuannya, meningkatkan lifting migas nasional dan memperkuat ketahanan energi nasional sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya