Purbaya Dorong Kolaborasi Swasta dan Danantara Capai Pertumbuhan 6 Persen
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027 dengan menggandeng sektor swasta dan Danantara sebagai pendorong utama investasi nasional.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 10.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada tahun 2027 tidak dapat diraih tanpa keterlibatan aktif sektor swasta dan Danantara. Ia menekankan bahwa investasi nasional harus tumbuh hingga 7 persen untuk mendorong pertumbuhan yang signifikan. Dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI di kompleks parlemen, Purbaya menekankan pentingnya sinergi antara tiga pihak utama: pemerintah, pelaku usaha swasta, dan institusi Danantara sebagai pelaku strategis dalam pembangunan ekonomi.
Pemerintah, menurutnya, akan berperan sebagai katalisator dengan menyiapkan kebijakan dan infrastruktur yang mendukung. Sementara itu, sektor swasta diminta menjadi motor utama dalam mendorong pertumbuhan, khususnya di sektor yang berpotensi tinggi seperti industri manufaktur, teknologi, dan hilirisasi sumber daya alam. Danantara, di sisi lain, diminta fokus pada investasi strategis yang berdampak luas, terutama di bidang energi dan transportasi.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Purbaya menekankan perlunya menjaga stabilitas makroekonomi sebagai fondasi utama. Upaya ini mencakup pengendalian inflasi guna melindungi daya beli masyarakat, menjaga suku bunga tetap kompetitif demi memperluas akses pembiayaan, serta menjaga nilai tukar rupiah agar tetap stabil. Stabilitas ini dinilai krusial untuk menciptakan kepastian bagi investor, baik lokal maupun asing, dalam mengambil keputusan ekspansi dan investasi jangka panjang.
Dalam konteks sektor energi, pemerintah terus memperkuat produksi minyak dan gas bumi (migas) melalui berbagai strategi. Termasuk reaktivasi sumur yang tidak aktif, percepatan pengembangan cadangan baru, pemanfaatan teknologi mutakhir, serta peningkatan pengawasan operasional untuk meningkatkan efisiensi. Selain itu, iklim investasi hulu migas diperbaiki melalui kepastian hukum, insentif fiskal, dan penyederhanaan regulasi guna menarik minat investor. Tujuannya, meningkatkan lifting migas nasional dan memperkuat ketahanan energi nasional sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
ASN Tunggak Pajak Kendaraan Siap Dikenai Sanksi TPP
Aparatur Sipil Negara yang belum lunasi pajak kendaraan bermotor bakal menghadapi pemotongan Tunjangan Perbaikan Posisi (TPP) sebagai bentuk teguran dan penguatan kepatuhan fiskal.
9 September 2026

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Partikel abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau barrier yang sudah rusak.
9 September 2026

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Penggunaan dua masker, terutama tipe bedah, dinilai bisa meningkatkan perlindungan dari abu vulkanik meski belum ada bukti ilmiah pasti.
9 September 2026

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Pemilik hewan peliharaan di lima provinsi terdampak harus segera lindungi anabul dari paparan abu vulkanik dengan langkah-langkah praktis dan preventif.
9 September 2026
Berita Lainnya
Pemadaman Listrik Berlanjut di Kendari dan Konawe, Tertunda Hingga Malam Hari
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Kebiasaan Malam Sederhana Tingkatkan Kesehatan Kulit
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Skandal Kuota Haji Rp622 Miliar Terungkap, Saksi Sebut Ada Instruksi Ketik Nama
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Pemkot Kendari Tuntaskan Pembangunan Jembatan Wawo
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Kasus Tambang di Bombana
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Tambang Nikel Kabaena
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA


