Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Purbaya Sanggah Isu Dugaan Jual-Beli Jabatan di Kemenkeu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak tudingan soal dugaan jual-beli jabatan senilai Rp100 miliar, menyebutnya sebagai isu tanpa dasar yang beredar di media sosial.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 19.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Purbaya Sanggah Isu Dugaan Jual-Beli Jabatan di Kemenkeu📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas membantah kabar yang menyebut dirinya terlibat dalam praktik jual-beli jabatan di lingkungan Kementerian Keuangan dengan nilai mencapai Rp100 miliar. Ia menyatakan keterkejutannya terhadap informasi yang beredar luas di media sosial, menilainya sebagai rumor tanpa dasar yang jelas. Purbaya menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima uang dalam proses pengisian jabatan, bahkan menyindir kemungkinan sumber informasi berasal dari pihak lain yang salah kaprah.

Dalam kesempatan pelantikan pejabat eselon II dan III di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Purbaya menekankan pentingnya proses rotasi dan mutasi jabatan sebagai bagian dari dinamika organisasi yang sehat. Ia menilai perubahan struktur dan penempatan pegawai merupakan langkah wajar untuk menjaga efisiensi dan kinerja institusi. Menurutnya, penempatan pejabat harus didasarkan pada kapasitas dan kecocokan dengan tugas yang diemban, bukan pada pertimbangan lain.

Ia menjelaskan bahwa proses pengisian jabatan dilakukan melalui mekanisme yang terstruktur, di mana tim khusus mengusulkan kandidat berdasarkan kriteria objektif. Sekretaris Jenderal Kemenkeu kemudian melakukan penilaian terhadap calon yang diajukan. Proses ini, menurut Purbaya, dilakukan secara transparan dan profesional, serta tidak melibatkan pertukaran materi.

Purbaya menegaskan bahwa integritas menjadi prinsip utama dalam setiap keputusan di lingkungan kementerian. Ia menegaskan bahwa jika pun ada yang menawarkan uang, maka akan segera dilaporkan. Dengan nada bercanda, ia menyatakan keberuntungan karena tidak pernah menerima imbalan apa pun dalam proses pengisian jabatan. Ia menekankan bahwa kredibilitas lembaga harus terus dijaga, terutama dalam konteks pengelolaan keuangan negara yang sensitif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya