Purbaya Sanggah Isu Dugaan Jual-Beli Jabatan di Kemenkeu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak tudingan soal dugaan jual-beli jabatan senilai Rp100 miliar, menyebutnya sebagai isu tanpa dasar yang beredar di media sosial.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 19.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas membantah kabar yang menyebut dirinya terlibat dalam praktik jual-beli jabatan di lingkungan Kementerian Keuangan dengan nilai mencapai Rp100 miliar. Ia menyatakan keterkejutannya terhadap informasi yang beredar luas di media sosial, menilainya sebagai rumor tanpa dasar yang jelas. Purbaya menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima uang dalam proses pengisian jabatan, bahkan menyindir kemungkinan sumber informasi berasal dari pihak lain yang salah kaprah.
Dalam kesempatan pelantikan pejabat eselon II dan III di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Purbaya menekankan pentingnya proses rotasi dan mutasi jabatan sebagai bagian dari dinamika organisasi yang sehat. Ia menilai perubahan struktur dan penempatan pegawai merupakan langkah wajar untuk menjaga efisiensi dan kinerja institusi. Menurutnya, penempatan pejabat harus didasarkan pada kapasitas dan kecocokan dengan tugas yang diemban, bukan pada pertimbangan lain.
Ia menjelaskan bahwa proses pengisian jabatan dilakukan melalui mekanisme yang terstruktur, di mana tim khusus mengusulkan kandidat berdasarkan kriteria objektif. Sekretaris Jenderal Kemenkeu kemudian melakukan penilaian terhadap calon yang diajukan. Proses ini, menurut Purbaya, dilakukan secara transparan dan profesional, serta tidak melibatkan pertukaran materi.
Purbaya menegaskan bahwa integritas menjadi prinsip utama dalam setiap keputusan di lingkungan kementerian. Ia menegaskan bahwa jika pun ada yang menawarkan uang, maka akan segera dilaporkan. Dengan nada bercanda, ia menyatakan keberuntungan karena tidak pernah menerima imbalan apa pun dalam proses pengisian jabatan. Ia menekankan bahwa kredibilitas lembaga harus terus dijaga, terutama dalam konteks pengelolaan keuangan negara yang sensitif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Biaya perbaikan dan suku cadang yang mahal menjadi penyebab premi asuransi mobil listrik lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional, sesuai penjelasan dari perusahaan asuransi di tengah penyesuaian tarif.
11 September 2026

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Konsumen yang membeli iPhone 18 Duo 2 TB dari AS harus siap membayar bea masuk dan PPN hingga Rp10,5 juta saat masuk ke Indonesia.
11 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.570 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.570/US$ pada awal perdagangan Jumat, dipengaruhi penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
11 September 2026

Laba TINS Melonjak 805% di Semester I 2026
PT Timah (Persero) Tbk. mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026, naik 805% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga dan volume penjualan logam timah.
11 September 2026
Berita Lainnya

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


