Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Purbaya Soroti Risiko Global yang Mengancam Ekonomi 2027

Menteri Keuangan memperingatkan ancaman eksternal berkelanjutan yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi nasional hingga 2027.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 14.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Purbaya Soroti Risiko Global yang Mengancam Ekonomi 2027
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kondisi perekonomian global tetap dinilai rentan terhadap berbagai tekanan, menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menegaskan bahwa ketidakpastian ekonomi global masih tinggi dan menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan asumsi dasar APBN 2027. Risiko dari dinamika geopolitik, perlambatan perdagangan global, serta kebijakan proteksionis yang kian memperkuat menjadi tantangan serius bagi stabilitas ekonomi nasional.

Purbaya menyoroti sejumlah faktor eksternal yang berpotensi berdampak signifikan pada tahun depan, termasuk gangguan rantai pasok, kenaikan harga energi, inflasi yang sulit dikendalikan, penurunan investasi, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Kondisi ini, lanjutnya, tidak hanya memengaruhi negara maju tetapi juga negara berkembang seperti Indonesia. Ketidakstabilan harga komoditas dan volatilitas nilai tukar rupiah menjadi konsekuensi langsung dari tekanan tersebut.

Dalam konteks kebijakan, pemerintah dan bank sentral dihadapkan pada dilema krusial: menjaga inflasi tetap terkendali tanpa memperlambat pertumbuhan ekonomi. Pengetatan kebijakan moneter yang berlebihan berisiko menekan aktivitas produksi dan konsumsi, sementara kebijakan yang terlalu longgar dapat memperparah tekanan inflasi. Kedua pilihan ini menuntut keseimbangan yang rumit dalam pengambilan keputusan.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah perlu tetap waspada dan antisipatif terhadap perkembangan global. Kesiapan dalam menghadapi tantangan eksternal menjadi kunci utama untuk menjaga ketahanan fiskal dan stabilitas makroekonomi. Penyusunan APBN 2027 diharapkan mencerminkan kebijakan yang fleksibel, responsif, dan mampu mengantisipasi gejolak yang mungkin muncul.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya