Purbaya Soroti Risiko Global yang Mengancam Ekonomi 2027
Menteri Keuangan memperingatkan ancaman eksternal berkelanjutan yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi nasional hingga 2027.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 14.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi perekonomian global tetap dinilai rentan terhadap berbagai tekanan, menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menegaskan bahwa ketidakpastian ekonomi global masih tinggi dan menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan asumsi dasar APBN 2027. Risiko dari dinamika geopolitik, perlambatan perdagangan global, serta kebijakan proteksionis yang kian memperkuat menjadi tantangan serius bagi stabilitas ekonomi nasional.
Purbaya menyoroti sejumlah faktor eksternal yang berpotensi berdampak signifikan pada tahun depan, termasuk gangguan rantai pasok, kenaikan harga energi, inflasi yang sulit dikendalikan, penurunan investasi, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Kondisi ini, lanjutnya, tidak hanya memengaruhi negara maju tetapi juga negara berkembang seperti Indonesia. Ketidakstabilan harga komoditas dan volatilitas nilai tukar rupiah menjadi konsekuensi langsung dari tekanan tersebut.
Dalam konteks kebijakan, pemerintah dan bank sentral dihadapkan pada dilema krusial: menjaga inflasi tetap terkendali tanpa memperlambat pertumbuhan ekonomi. Pengetatan kebijakan moneter yang berlebihan berisiko menekan aktivitas produksi dan konsumsi, sementara kebijakan yang terlalu longgar dapat memperparah tekanan inflasi. Kedua pilihan ini menuntut keseimbangan yang rumit dalam pengambilan keputusan.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah perlu tetap waspada dan antisipatif terhadap perkembangan global. Kesiapan dalam menghadapi tantangan eksternal menjadi kunci utama untuk menjaga ketahanan fiskal dan stabilitas makroekonomi. Penyusunan APBN 2027 diharapkan mencerminkan kebijakan yang fleksibel, responsif, dan mampu mengantisipasi gejolak yang mungkin muncul.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

