Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Putin Buka Peluang Damai, NATO Tegaskan Rusia Semakin Agresif

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut ada ruang untuk perdamaian dengan Ukraina, namun menegaskan ancaman penerbangan di wilayah udara Moskow sebagai terorisme negara, sementara NATO memperingatkan eskalasi militer dan hibrida Rusia di Eropa timur.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 09.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Putin Buka Peluang Damai, NATO Tegaskan Rusia Semakin Agresif
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pernyataan mengejutkan di forum ekonomi regional di Vladivostok, menyatakan bahwa solusi konflik dengan Ukraina masih memungkinkan jika kedua belah pihak bersedia berdialog. Ia menekankan bahwa penyelesaian akhir harus dilakukan secara langsung oleh negara-negara yang terlibat, tanpa campur tangan eksternal, meski secara implisit menyiratkan bahwa Rusia tetap berpegang pada posisi tegas terkait wilayah dan keamanan.

Di tengah sinyal diplomatik tersebut, Moskow tetap mempertahankan sikap keras terhadap langkah Kyiv yang meminta maskapai penerbangan menghindari ruang udara Rusia. Putin menilai kebijakan itu sebagai bentuk terorisme negara yang sengaja dirancang untuk memicu ketegangan internasional. Ia menegaskan bahwa respons Rusia akan semakin tegas jika ancaman tersebut terus berlanjut, termasuk dalam bentuk peningkatan operasi militer.

Di sisi lain, sekretaris jenderal NATO Mark Rutte menggarisbawahi peningkatan aktivitas militer dan hibrida Rusia di wilayah perbatasan timur aliansi. Ia menyoroti serangkaian serangan drone dan rudal yang melintasi wilayah Eropa timur, termasuk dugaan serangan ke fasilitas strategis seperti bandara di Leipzig, Jerman. Rutte menegaskan bahwa Rusia keliru jika mengira ancaman bisa memecah belah solidaritas sekutu NATO.

Upaya diplomasi yang dilakukan oleh negara-negara seperti AS dan India, termasuk kunjungan rahasia pejabat intelijen AS ke Moskow dan desakan dari Perdana Menteri India Narendra Modi, belum menghasilkan kemajuan signifikan. Sementara itu, Kyiv semakin memperluas penggunaan drone buatan dalam negeri untuk menyerang infrastruktur militer dan energi di wilayah Rusia, sementara Moskow membalas dengan serangan rudal yang terus menghantam kota-kota Ukraina, memperparah krisis pertahanan udara di sana.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya