Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Putin Sebut Ada Ruang Damai dengan Ukraina, Tapi Ancam Eskalasi

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan peluang perdamaian masih terbuka, namun menuding Ukraina melakukan "terorisme negara" atas imbauan penghindaran wilayah udara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Putin Sebut Ada Ruang Damai dengan Ukraina, Tapi Ancam Eskalasi
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam pidato di forum ekonomi di Vladivostok, Vladimir Putin menyatakan bahwa penyelesaian konflik Rusia-Ukraina harus dilakukan secara langsung oleh kedua pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa meski perang telah berlangsung lebih dari empat tahun, tidak ada alasan untuk menutup pintu dialog. “Apakah ada peluang [untuk perdamaian]? Menurut saya, ya, ada,” ujar Putin, menekankan bahwa solusi harus berasal dari Rusia dan Ukraina sendiri, bukan dari pihak ketiga.

Pernyataan ini muncul di tengah stagnasi upaya diplomasi internasional, di mana kesepakatan antara Moskow dan Kyiv belum tercapai. Perbedaan mendasar masih terjadi soal status wilayah yang diperebutkan, jaminan keamanan jangka panjang, serta masa depan kerja sama militer Ukraina. Meskipun AS dan negara Eropa terus mendorong negosiasi, langkah-langkah yang diambil belum menghasilkan kemajuan signifikan. Bahkan kunjungan Direktur CIA John Ratcliffe ke Moskow pekan lalu hanya berupa peringatan atas risiko eskalasi.

Di sisi lain, NATO kembali memperingatkan ancaman dari Rusia, terutama terkait serangkaian insiden di wilayah timur Eropa. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyebut aktivitas militer dan operasi hibrida Rusia semakin tidak terkendali, termasuk pelanggaran wilayah udara dan dugaan serangan terhadap infrastruktur krusial seperti bandara di Jerman. Rutte menegaskan bahwa ancaman Rusia tidak akan memecah solidaritas aliansi, dan dukungan terhadap Ukraina tetap utuh.

Respons terhadap pernyataan Putin datang dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang meminta maskapai penerbangan menghindari wilayah udara Rusia. Imbauan itu disampaikan menyusul peningkatan operasi pesawat nirawak jarak jauh dari Ukraina, yang menurut Zelensky membuat wilayah udara Rusia menjadi “tidak aman sepenuhnya”. Putin menanggapi dengan menilai tindakan Kyiv sebagai bentuk “terorisme negara”, dan menyatakan Rusia akan memperkuat serangan balasan terhadap Ukraina.

Kedua belah pihak kini berada dalam siklus retorika dan respons militer yang saling memperkeruh. Ukraina terus mengandalkan teknologi drone lokal untuk menekan sasaran strategis di wilayah Rusia, sementara Moskow meningkatkan serangan rudal ke kota-kota Ukraina, terutama saat Kyiv menghadapi keterbatasan sistem pertahanan udara. Meskipun ada ruang untuk diplomasi, fakta di lapangan menunjukkan bahwa perang tetap berlanjut dengan intensitas tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya