Putin Sebut Ada Ruang Damai dengan Ukraina, Tapi Ancam Eskalasi
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan peluang perdamaian masih terbuka, namun menuding Ukraina melakukan "terorisme negara" atas imbauan penghindaran wilayah udara.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dalam pidato di forum ekonomi di Vladivostok, Vladimir Putin menyatakan bahwa penyelesaian konflik Rusia-Ukraina harus dilakukan secara langsung oleh kedua pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa meski perang telah berlangsung lebih dari empat tahun, tidak ada alasan untuk menutup pintu dialog. “Apakah ada peluang [untuk perdamaian]? Menurut saya, ya, ada,” ujar Putin, menekankan bahwa solusi harus berasal dari Rusia dan Ukraina sendiri, bukan dari pihak ketiga.
Pernyataan ini muncul di tengah stagnasi upaya diplomasi internasional, di mana kesepakatan antara Moskow dan Kyiv belum tercapai. Perbedaan mendasar masih terjadi soal status wilayah yang diperebutkan, jaminan keamanan jangka panjang, serta masa depan kerja sama militer Ukraina. Meskipun AS dan negara Eropa terus mendorong negosiasi, langkah-langkah yang diambil belum menghasilkan kemajuan signifikan. Bahkan kunjungan Direktur CIA John Ratcliffe ke Moskow pekan lalu hanya berupa peringatan atas risiko eskalasi.
Di sisi lain, NATO kembali memperingatkan ancaman dari Rusia, terutama terkait serangkaian insiden di wilayah timur Eropa. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyebut aktivitas militer dan operasi hibrida Rusia semakin tidak terkendali, termasuk pelanggaran wilayah udara dan dugaan serangan terhadap infrastruktur krusial seperti bandara di Jerman. Rutte menegaskan bahwa ancaman Rusia tidak akan memecah solidaritas aliansi, dan dukungan terhadap Ukraina tetap utuh.
Respons terhadap pernyataan Putin datang dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang meminta maskapai penerbangan menghindari wilayah udara Rusia. Imbauan itu disampaikan menyusul peningkatan operasi pesawat nirawak jarak jauh dari Ukraina, yang menurut Zelensky membuat wilayah udara Rusia menjadi “tidak aman sepenuhnya”. Putin menanggapi dengan menilai tindakan Kyiv sebagai bentuk “terorisme negara”, dan menyatakan Rusia akan memperkuat serangan balasan terhadap Ukraina.
Kedua belah pihak kini berada dalam siklus retorika dan respons militer yang saling memperkeruh. Ukraina terus mengandalkan teknologi drone lokal untuk menekan sasaran strategis di wilayah Rusia, sementara Moskow meningkatkan serangan rudal ke kota-kota Ukraina, terutama saat Kyiv menghadapi keterbatasan sistem pertahanan udara. Meskipun ada ruang untuk diplomasi, fakta di lapangan menunjukkan bahwa perang tetap berlanjut dengan intensitas tinggi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

