Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Putin Tawarkan Kapal Ikan Canggih ke Indonesia

Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan kapal perikanan mutakhir panjang lebih dari 102 meter kepada Indonesia dalam pertemuan dengan Prabowo Subianto di Vladivostok.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 10.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Putin Tawarkan Kapal Ikan Canggih ke Indonesia
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam pertemuan bilateral di Vladivostok, Presiden Rusia Vladimir Putin mengusulkan kerja sama teknologi maritim dengan menawarkan kapal perikanan berukuran lebih dari 102 meter yang dilengkapi sistem pengolahan ikan secara langsung di atas kapal. Penawaran ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas hasil tangkapan dan efisiensi rantai pasok perikanan nasional.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, menyampaikan bahwa tawaran tersebut akan segera dievaluasi lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo akan mengirim tim teknis untuk meninjau kemampuan dan potensi pemanfaatan kapal tersebut dalam konteks kebutuhan industri perikanan Indonesia.

Selain sektor perikanan, kedua negara juga membuka peluang kerja sama strategis di bidang pertanian. Salah satunya adalah penjajakan investasi Pupuk Indonesia untuk membangun pabrik pupuk urea di Vladivostok. Langkah ini didukung oleh hasil studi kelayakan bersama yang telah ditandatangani oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, dan pihak Rusia.

Rahmad menilai lokasi Vladivostok memiliki posisi strategis karena menghadap kawasan Pasifik, yang merupakan pasar utama bagi produk pupuk Indonesia. Dengan kinerja Pupuk Indonesia yang terus meningkat dalam hal efisiensi dan produksi, perusahaan kini memiliki kapasitas untuk memperluas investasi ke luar negeri.

Peningkatan kemitraan dengan Rusia diharapkan mampu mendorong ketahanan pangan dan industri nasional melalui penguatan kemandirian bahan baku serta perluasan akses pasar. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam memperkuat ekonomi berbasis sumber daya alam secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya