Putin Tawarkan Kapal Ikan Canggih ke Indonesia
Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan kapal perikanan mutakhir panjang lebih dari 102 meter kepada Indonesia dalam pertemuan dengan Prabowo Subianto di Vladivostok.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 10.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Dalam pertemuan bilateral di Vladivostok, Presiden Rusia Vladimir Putin mengusulkan kerja sama teknologi maritim dengan menawarkan kapal perikanan berukuran lebih dari 102 meter yang dilengkapi sistem pengolahan ikan secara langsung di atas kapal. Penawaran ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas hasil tangkapan dan efisiensi rantai pasok perikanan nasional.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, menyampaikan bahwa tawaran tersebut akan segera dievaluasi lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo akan mengirim tim teknis untuk meninjau kemampuan dan potensi pemanfaatan kapal tersebut dalam konteks kebutuhan industri perikanan Indonesia.
Selain sektor perikanan, kedua negara juga membuka peluang kerja sama strategis di bidang pertanian. Salah satunya adalah penjajakan investasi Pupuk Indonesia untuk membangun pabrik pupuk urea di Vladivostok. Langkah ini didukung oleh hasil studi kelayakan bersama yang telah ditandatangani oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, dan pihak Rusia.
Rahmad menilai lokasi Vladivostok memiliki posisi strategis karena menghadap kawasan Pasifik, yang merupakan pasar utama bagi produk pupuk Indonesia. Dengan kinerja Pupuk Indonesia yang terus meningkat dalam hal efisiensi dan produksi, perusahaan kini memiliki kapasitas untuk memperluas investasi ke luar negeri.
Peningkatan kemitraan dengan Rusia diharapkan mampu mendorong ketahanan pangan dan industri nasional melalui penguatan kemandirian bahan baku serta perluasan akses pasar. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam memperkuat ekonomi berbasis sumber daya alam secara berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026

Pemerintah Siapkan Rp17 T untuk Bansos Beras Hingga Akhir 2026
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk penyaluran bantuan beras 30 kg per keluarga penerima hingga akhir 2026, dengan distribusi secara rutin dan terkonsentrasi.
9 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA


