Qatar Ingatkan Israel Hentikan Aksi Paksa di Wilayah Palestina, Lebanon, dan Suriah
Doha menegaskan kekhawatiran atas upaya Israel memperkuat posisi di wilayah Palestina, Lebanon, dan Suriah melalui kekerasan dan ekspansi, meski gencatan senjata telah berlaku.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 23.47 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 30x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah Qatar menyampaikan peringatan tegas kepada Israel untuk tidak memanfaatkan ketegangan regional sebagai alasan mengubah status quo di wilayah Palestina, Lebanon, dan Suriah secara paksa. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majid Al-Ansari, menekankan bahwa tindakan militer dan ekspansi permukiman yang berkelanjutan justru memperparah krisis kemanusiaan dan mengancam stabilitas kawasan.
Meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025, serangan Israel terhadap Jalur Gaza tetap berlangsung secara intensif. Pada Senin lalu, setidaknya empat warga sipil, termasuk tiga anak-anak, tewas akibat serangan udara. Di Tepi Barat, situasi semakin memburuk dengan meningkatnya serangan oleh pemukim Israel dan operasi militer yang menimbulkan korban sipil serta kerusakan infrastruktur.
Di Lebanon, meski telah ada kesepakatan gencatan senjata, Israel tetap melakukan serangan di wilayah selatan negara tersebut. Beirut dan Tel Aviv terus menjalankan perundingan keamanan terkait perbatasan, namun belum mencapai solusi permanen. Di Suriah, militer Israel tetap mempertahankan kehadirannya di wilayah barat daya dan melanjutkan serangan udara terhadap target yang diduga terkait dengan kelompok oposisi dan Iran.
Berbagai lembaga internasional serta negara-negara di kawasan telah menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi yang terjadi. Mereka menyerukan agar semua pihak menghentikan tindakan yang dapat mengubah realitas geografis dan sosial di wilayah yang terlibat konflik. Qatar menekankan pentingnya menjaga prinsip-prinsip hukum internasional dan menolak upaya unilateral yang bertentangan dengan kedaulatan negara-negara tetangga.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

