Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

QRIS Capai 67 Juta Pengguna, Satu dari Empat Warga RI Gunakan

Sebanyak 67 juta penduduk Indonesia kini menggunakan QRIS, menunjukkan dominasi pembayaran digital dalam transaksi harian.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 15.30 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
QRIS Capai 67 Juta Pengguna, Satu dari Empat Warga RI Gunakan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Penggunaan sistem pembayaran digital berbasis QRIS kini meluas hingga menjangkau sekitar 67 juta orang di seluruh tanah air, setara dengan satu perempat populasi nasional. Pernyataan ini disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia dalam forum yang digelar pada pertengahan September 2026, menegaskan bahwa adopsi teknologi pembayaran nirkontak terus mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pertumbuhan ini mencerminkan pergeseran perilaku masyarakat yang lebih memilih transaksi digital, terutama dalam aktivitas ritel sehari-hari. Dari pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan, semakin banyak pedagang yang menyediakan fitur QRIS sebagai alternatif pembayaran, yang dinilai lebih praktis dibandingkan uang tunai. Menurut petinggi BI, preferensi ini bukan sekadar tren, melainkan refleksi dari kebutuhan akan efisiensi dan keamanan dalam bertransaksi.

Meski demikian, pihak bank sentral menegaskan bahwa uang tunai tetap menjadi bagian integral dari sistem pembayaran nasional. Semua pelaku usaha wajib menerima pembayaran dengan uang kartal, terlepas dari dominasi digital, demi menjaga inklusi keuangan bagi masyarakat yang masih memilih metode konvensional.

Peningkatan penggunaan QRIS berdampak pada laju pertumbuhan uang kartal yang beredar, yang kini mulai melambat. Meski perputaran uang kertas dan logam masih bertumbuh, tren tersebut terus menurun seiring semakin luasnya akses ke teknologi digital. Namun, di wilayah terpencil, terdepan, dan terluar, keberadaan uang tunai tetap krusial karena keterbatasan infrastruktur digital dan sinyal komunikasi.

Bank Indonesia menegaskan komitmen untuk tetap menyediakan uang kartal secara merata di seluruh wilayah, termasuk daerah dengan akses terbatas. Hal ini sebagai bentuk perlindungan terhadap kebutuhan masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau oleh sistem digital, sekaligus menjaga stabilitas sistem pembayaran nasional di tengah transformasi digital yang terus berlangsung.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya