Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

QRIS di Lampung Capai Rp1,87 Triliun, Gubernur Ajak Generasi Muda Kelola Keuangan Bijak

Transaksi QRIS di Lampung melonjak hingga Rp1,87 triliun dengan 889 ribu merchant, didorong Gubernur agar masyarakat, khususnya generasi muda, mampu mengelola keuangan secara bijak.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 15.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
QRIS di Lampung Capai Rp1,87 Triliun, Gubernur Ajak Generasi Muda Kelola Keuangan Bijak
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Penggunaan layanan pembayaran digital melalui QRIS di Provinsi Lampung terus mengalami peningkatan signifikan, mencatatkan volume transaksi sebanyak 22,4 juta kali dengan nilai total mencapai Rp1,87 triliun hingga bulan April 2026. Angka ini menunjukkan dinamika ekonomi digital yang semakin kuat di wilayah tersebut, sejalan dengan adopsi teknologi oleh pelaku usaha mikro dan menengah.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menekankan pentingnya keseimbangan antara digitalisasi dan literasi keuangan. Ia menyampaikan bahwa jumlah merchant QRIS yang telah terdaftar mencapai 889 ribu, hampir mencapai sepertiga dari total keluarga di Lampung yang diperkirakan sekitar 2,7 juta. Menurutnya, angka ini mencerminkan tingginya penetrasi teknologi keuangan di tingkat masyarakat.

Dalam kesempatan acara Lampung Financial Festival 2026, ia menyoroti bahwa pertumbuhan transaksi digital bukan hanya soal jumlah, tetapi juga bagaimana nilai tersebut dapat mendorong kesejahteraan ekonomi. “Kita ingin transaksi besar ini diikuti dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata, bukan sekadar angka,” ujarnya, menekankan pentingnya pemanfaatan digitalisasi untuk meningkatkan pendapatan dan peluang usaha.

Gubernur berharap generasi muda tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami prinsip dasar pengelolaan keuangan, seperti menabung, berinvestasi, dan membangun usaha mandiri. Ia menilai bahwa literasi keuangan menjadi fondasi penting agar masyarakat bisa memanfaatkan digitalisasi secara optimal dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya