Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

QRIS Perluas Jangkauan ke Enam Negara, Siap Tambah Saudi dan India

Bank Indonesia memperluas konektivitas QRIS ke luar negeri, dengan target ekspansi ke Arab Saudi, India, Hong Kong, dan Timor Leste, setelah sebelumnya terhubung dengan enam negara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 19.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
QRIS Perluas Jangkauan ke Enam Negara, Siap Tambah Saudi dan India
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sistem pembayaran digital QRIS kini memperluas jangkauannya secara global, menyusul kemajuan signifikan dalam penerapan teknologi pembayaran tanpa kontak. Sejak diluncurkan sekitar tujuh tahun lalu, QRIS telah menjadi solusi utama dalam menjaga kelancaran transaksi masyarakat, terutama saat kondisi pandemi menekan aktivitas ekonomi konvensional. Kini, sistem yang dikembangkan Bank Indonesia tersebut telah terintegrasi dengan enam negara, termasuk Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan China, memungkinkan pengguna Indonesia melakukan pembayaran lintas batas hanya dengan ponsel.

Hingga bulan Juli 2026, jumlah transaksi QRIS telah mencapai 15 miliar kali, menunjukkan adopsi yang sangat tinggi. Jumlah merchant yang menerima pembayaran melalui QRIS mencapai 45 juta, sementara jumlah pengguna aktif telah menembus 67 juta orang. Dukungan teknis dari 96 bank, 60 lembaga non-bank, dan empat perusahaan switching memastikan stabilitas dan skalabilitas sistem di tingkat nasional.

Kini, BI tengah menjajaki kerja sama lebih lanjut untuk memperluas akses QRIS ke negara-negara baru, termasuk Arab Saudi, India, Hong Kong, dan Timor Leste. Dalam diskusi intensif yang sedang berlangsung, fokus utama adalah mempermudah transaksi bagi warga Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri, khususnya bagi jemaah haji dan umrah yang selama ini terkendala oleh proses penukaran mata uang.

Filianingsih Hendarta, Deputi Gubernur BI, menegaskan bahwa QRIS kini bukan lagi sekadar alat pembayaran domestik, melainkan instrumen ekonomi digital yang mendukung mobilitas keuangan nasional. “Nanti kalau pergi umrah atau haji, tidak perlu tukar uang di sana. Cukup isi saldo di ponsel, transaksi langsung bisa dilakukan,” ujarnya. Dengan ini, BI menegaskan komitmen untuk menjadikan QRIS sebagai bagian dari ekosistem pembayaran global yang inklusif dan efisien.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya