Rahang Tuna, Lezat dari Hasil Laut Sorong
Rahang tuna bakar menjadi ikon kuliner Sorong, menawarkan rasa gurih dan tekstur lembut yang memikat wisatawan dan warga setempat.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 12.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Di kota Sorong, Papua, kuliner berbahan hasil laut tak hanya menjadi kebutuhan harian, tetapi juga identitas budaya yang khas. Salah satu hidangan yang paling dikenal adalah rahang tuna, bagian tubuh ikan yang awalnya dianggap tidak layak konsumsi, kini menjadi primadona bagi penikmat makanan lokal. Dengan proses pemanggangan yang matang, bagian ini menghasilkan aroma asap khas dan tekstur daging yang lembut, menimbulkan pengalaman makan yang berbeda dari olahan ikan biasa.
Daging rahang tuna terletak di sekitar tulang kepala, memiliki ketebalan yang cukup dan rasa yang kaya, terutama setelah dibumbui dan dipanggang secara merata. Aroma gurih yang menyatu dengan asap kayu membuat setiap gigitan terasa dalam dan menggugah selera. Tak hanya nikmat secara rasa, proses menyantapnya juga memberi kesan lebih personal, karena konsumen harus merogoh daging dari sekitar tulang, menciptakan interaksi langsung dengan makanan.
Sambal pedas menjadi pelengkap sempurna yang menyeimbangkan rasa gurih tuna. Kombinasi ini menjadi daya tarik utama, membuat pengunjung sulit berhenti menyantapnya. Di Sorong, keberadaan tuna sebagai komoditas perikanan utama memungkinkan masyarakat mengolah berbagai bagian ikan secara kreatif. Rahang tuna tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga memperkaya keragaman kuliner lokal.
Kehadiran hidangan ini menunjukkan bagaimana potensi laut yang melimpah dikelola secara bijak untuk menciptakan nilai ekonomi dan budaya. Bagi wisatawan, mencicipi rahang tuna bukan sekadar memenuhi selera, tetapi juga menjelajahi identitas kuliner khas wilayah yang dikelilingi laut. Hidangan sederhana ini menjadi simbol kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam secara optimal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Puncaki Dunia dengan Ratusan Ribu Kedai Kopi
Indonesia menduduki peringkat pertama global sebagai negara dengan jumlah lokasi kafe dan warung kopi terbanyak, berdasarkan data pemetaan hingga November 2025.
8 Oktober 2026

Minum Air Rebusan Daun Pepaya: Potensi dan Batasan Ilmiah
Air rebusan daun pepaya diklaim memiliki manfaat kesehatan, namun bukti ilmiahnya masih terbatas dan tidak boleh menggantikan pengobatan medis.
7 Oktober 2026

Minuman Harian Berdampak pada Kesehatan Mental
Studi terhadap lebih dari dua juta orang menunjukkan kopi dikaitkan dengan risiko depresi lebih rendah, sementara minuman manis justru meningkatkan risiko tersebut.
7 Oktober 2026

Stres dan Kebiasaan Makan Manis: Dibalik Pola Respons Tubuh
Stres memengaruhi nafsu makan melalui perubahan hormon, kebiasaan, dan respons otak, yang sering kali memicu keinginan untuk mengonsumsi makanan manis, meski respons ini bervariasi antarindividu.
7 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pemerintah DKI Percepat Proses Sertifikasi Tanah dalam 10 Hari
Kamis, 8 Oktober 2026, 12.22 WITA

NasDem Periksa Dugaan Usul Pemakzulan Gibran
Kamis, 8 Oktober 2026, 12.22 WITA
Pemblokiran Situs Judi Online Dapat Dukungan dari Pengguna
Kamis, 8 Oktober 2026, 12.22 WITA

Indonesia Siap Jadi Pusat Hilirisasi Mineral untuk Dukung AI Global
Kamis, 8 Oktober 2026, 12.21 WITA

Prancis Rilis 10 Juta Barel Solar dari Cadangan untuk Stabilkan Harga BBM
Kamis, 8 Oktober 2026, 12.21 WITA

Penyaluran KUR dan UMi di Sultra Tembus Rp3,77 Triliun hingga September 2026
Kamis, 8 Oktober 2026, 12.20 WITA

Norwegia Ajukan Bantuan AS Selidiki Mantan Sekjen Majelis Eropa
Kamis, 8 Oktober 2026, 12.20 WITA

Kapolda dan Wakapolda Metro Ucapkan Terima Kasih dan Permohonan Maaf Sebelum Mutasi
Kamis, 8 Oktober 2026, 12.19 WITA

