Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ratusan Akomodasi di Bali Dijual, PHRI Soroti Kondisi Ekonomi dan Perilaku Wisatawan

Ratusan hotel dan vila di Bali kini masuk pasar jual beli daring, menimbulkan kekhawatiran terkait tren ekonomi pariwisata dan pola kunjungan wisatawan menengah rendah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 15.27 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 6x dibuka
Ratusan Akomodasi di Bali Dijual, PHRI Soroti Kondisi Ekonomi dan Perilaku Wisatawan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Banyak properti akomodasi di Bali, mulai dari hotel hingga vila, kini muncul dalam daftar penjualan daring di platform seperti Lamudi dan OLX. Lokasinya tersebar di wilayah Badung, Tabanan, Gianyar, hingga Karangasem, dengan nilai jual mencapai puluhan miliar rupiah. Fenomena ini menarik perhatian Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, yang mempertimbangkan berbagai faktor di balik keputusan pemilik untuk melepas aset mereka.

Menurut Wakil Ketua PHRI Bali, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, penurunan tingkat hunian menjadi salah satu penyebab utama. Selain itu, keputusan internal pemegang saham, keinginan mengetahui nilai pasar aset, serta kesulitan dalam mengelola operasional juga turut berkontribusi. Ia menegaskan bahwa jual beli properti dalam sektor pariwisata memang wajar, namun jumlah yang besar dalam waktu bersamaan perlu dianalisis lebih dalam.

Rai mempertanyakan apakah tren ini terkait dengan kondisi ekonomi makro atau perubahan perilaku wisatawan. Ia menyebut bahwa sebagian besar kunjungan ke Bali berasal dari segmen wisatawan menengah hingga rendah, yang lebih memilih akomodasi sesuai anggaran, seperti guesthouse, pondok wisata, hingga rumah kontrakan. Karena itu, menurutnya, kebijakan yang hanya berfokus pada daya beli tinggi tanpa solusi konkret tidak cukup efektif.

PHRI Bali menekankan perlunya langkah strategis dari pemerintah dan pelaku industri untuk meningkatkan kualitas kunjungan, bukan sekadar wacana. Diperlukan perbaikan infrastruktur, kebersihan, keamanan, serta promosi yang lebih kuat agar Bali tetap kompetitif di tengah persaingan dengan destinasi Asia Tenggara lain seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

Pemerintah diminta tidak hanya menetapkan visi menjadi destinasi wisata dunia yang bermartabat, tetapi juga mengimplementasikannya melalui kebijakan nyata. Dengan demikian, keberlanjutan sektor pariwisata Bali dapat terjaga, bahkan berkembang dalam kondisi ekonomi yang dinamis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya