Ratusan Santri Keracunan Akibat MBG Basi di Sidoarjo
Kebijakan distribusi MBG yang tidak sesuai SOP menyebabkan ratusan santri keracunan, dengan 512 korban, 80 di antaranya dirawat, akibat makanan yang terlambat dibagikan dan basi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 11.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Puluhan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) yang diduga telah basi. Penyebab utama kejadian ini diketahui berasal dari pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam pendistribusian makanan, khususnya terkait waktu antara proses memasak dan pemberian kepada peserta. Menurut Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional, makanan seharusnya segera didistribusikan dalam waktu empat jam setelah matang, namun di lapangan waktu tersebut dilanggar hingga melebihi batas.
Ketidakdisiplinan dalam pengelolaan waktu menjadi faktor utama berkembangnya bakteri pada makanan yang tidak mengandung pengawet. Kondisi ini diperparah karena adanya keterlambatan dalam penyerahan makanan dari dapur ke lokasi penyajian, sehingga makanan mengalami penumpukan waktu dan kehilangan kualitas. Kebijakan pengawasan harian dua kali sehari—pada pukul 17.00 WIB saat bahan tiba dan pukul 02.00 WIB saat proses memasak—dilakukan sebagai upaya pencegahan, namun banyak pelaksana di lapangan tidak menjalankannya secara konsisten.
Sebanyak 512 santri dilaporkan mengalami gejala keracunan, dengan 80 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, 312 santri lainnya telah dinyatakan sembuh dan dipulangkan. Badan Gizi Nasional telah melakukan investigasi bersama dinas kesehatan setempat untuk memastikan akar permasalahan. Selain itu, pihak terkait, termasuk Satuan Pengelola Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidoarjo, Talang Angin, telah diberikan sanksi berat berupa suspensi selama 30 hari sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kelalaian tersebut.
Kegagalan dalam pelaksanaan SOP bukan hanya berdampak pada kesehatan peserta, tetapi juga menunjukkan celah dalam pengawasan sistemik yang harus segera diperbaiki. Upaya pencegahan lebih lanjut ditekankan melalui peningkatan kedisiplinan, pemantauan ketat, serta pelatihan ulang bagi petugas yang terlibat dalam distribusi MBG. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa program bantuan pangan bergizi tetap aman, terjangkau, dan berdampak positif bagi kesehatan anak-anak di seluruh wilayah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari
Pertunjukan kolosal Gandrung Sewu 2026 digelar malam hari di Pantai Marina Boom dengan konsep glow in the dark, menggabungkan seni tradisi dan teknologi modern untuk menarik generasi muda.
25 Oktober 2026

Program Pengawal Energi 2026 Diluncurkan untuk Perkuat Pengawasan BBM
Pemerintah resmi meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 untuk memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi dan penugasan di 3.679 SPBU melalui pemberdayaan putra-putri daerah.
25 Oktober 2026

Cak Imin Dorong Pemberdayaan bagi Penerima Bansos
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menekankan pentingnya anggaran pemberdayaan untuk penerima bantuan sosial guna kurangi ketergantungan dan tingkatkan kemandirian ekonomi.
25 Oktober 2026

Bandara Baru Sydney Mulai Beroperasi 24 Jam
Bandara Internasional Western Sydney resmi membuka penerbangan penumpang perdana dengan rute ke Gold Coast, menawarkan layanan nonstop 24 jam sehari.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

MHTG Tuntaskan Topping Off, Siapkan Pusat Kanker Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Diskon Hingga Jutaan Rupiah untuk Mesin Cuci dan Kulkas di Transmart
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Moto3 Australia 2026 Batal, Veda Ega Kecewa, Danish Dapat Keuntungan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Klasemen MotoGP 2026 Stabil Usai Australia Batal Digelar
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Topan Champi Ancam Taiwan dan Jepang, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Demonstrasi Massal Prancis Tertahan, Ratusan Ribu Jatuhkan Kritik pada Kebijakan Pemerintah
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.31 WITA

Singapura Pertahankan Komitmen Kontrak Meski Ekspor Gas Dipangkas
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.30 WITA

Demonstrasi Anti-Sistem di Barcelona Ricuh, 100 Orang Ditangkap
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.30 WITA

