Ratusan Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Alami Diare Massal Setelah Konsumsi MBG
Ratusan siswa dan guru SMAN 1 Lasem, Rembang, mengalami diare massal setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) pada hari sebelumnya, memicu penghentian aktivitas belajar mengajar dan rujukan ke puskesmas.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pagi hari Kamis, 3 September, sekitar pukul 09.00 WIB, terjadi lonjakan kasus diare di kalangan siswa dan tenaga pendidik SMAN 1 Lasem, Rembang. Kondisi tersebut diduga akibat konsumsi menu makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu, 2 September. Kepala sekolah, Juhartutik, mengungkapkan bahwa sebagian besar korban mengalami mual dan diare dalam waktu singkat setelah menyantap makanan tersebut.
Berdasarkan pendataan awal, jumlah korban mencapai 725 siswa dari 33 kelas, dengan tambahan 25 guru yang mengalami gejala serupa. Total populasi sekolah mencapai 1.174 siswa dan 95 guru. Karena jumlah yang sangat banyak, fasilitas toilet sekolah tidak mampu menampung seluruh kebutuhan, memperparah kondisi darurat. Akibatnya, kepala sekolah segera memutuskan untuk menghentikan kegiatan belajar mengajar dan memulangkan seluruh siswa.
Penanganan medis dilakukan dengan melibatkan Puskesmas Lasem. Dari total 18 pasien yang dirujuk, lima di antaranya adalah guru, sedangkan 13 lainnya adalah siswa. Tiga siswa harus menjalani rawat inap karena kondisi kesehatan yang memburuk. Juhartutik menambahkan bahwa sebelumnya ada tim cek rasa yang mencicipi menu, termasuk ayam bakar yang diduga menjadi penyebab utama. Salah satu bagian ayam ditemukan berlendir, meski telah disisihkan, namun kemungkinan kontaminasi tetap terjadi.
Dalam waktu singkat, rombongan Komisi IV DPRD Rembang melakukan kunjungan lapangan ke Puskesmas Lasem untuk meninjau kondisi korban. Ketua komisi, Muhammad Rofi'i, menyatakan bahwa pihaknya mendapat laporan adanya kasus diare massal yang diduga terkait MBG. Hingga saat ini, 15 pasien telah diperbolehkan pulang, sementara tiga lainnya masih dirawat. Penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi dari Dinas Kesehatan kabupaten.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


