Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ratusan Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Alami Diare Massal Setelah Konsumsi MBG

Ratusan siswa dan guru SMAN 1 Lasem, Rembang, mengalami diare massal setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) pada hari sebelumnya, memicu penghentian aktivitas belajar mengajar dan rujukan ke puskesmas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Ratusan Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Alami Diare Massal Setelah Konsumsi MBG
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pagi hari Kamis, 3 September, sekitar pukul 09.00 WIB, terjadi lonjakan kasus diare di kalangan siswa dan tenaga pendidik SMAN 1 Lasem, Rembang. Kondisi tersebut diduga akibat konsumsi menu makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Rabu, 2 September. Kepala sekolah, Juhartutik, mengungkapkan bahwa sebagian besar korban mengalami mual dan diare dalam waktu singkat setelah menyantap makanan tersebut.

Berdasarkan pendataan awal, jumlah korban mencapai 725 siswa dari 33 kelas, dengan tambahan 25 guru yang mengalami gejala serupa. Total populasi sekolah mencapai 1.174 siswa dan 95 guru. Karena jumlah yang sangat banyak, fasilitas toilet sekolah tidak mampu menampung seluruh kebutuhan, memperparah kondisi darurat. Akibatnya, kepala sekolah segera memutuskan untuk menghentikan kegiatan belajar mengajar dan memulangkan seluruh siswa.

Penanganan medis dilakukan dengan melibatkan Puskesmas Lasem. Dari total 18 pasien yang dirujuk, lima di antaranya adalah guru, sedangkan 13 lainnya adalah siswa. Tiga siswa harus menjalani rawat inap karena kondisi kesehatan yang memburuk. Juhartutik menambahkan bahwa sebelumnya ada tim cek rasa yang mencicipi menu, termasuk ayam bakar yang diduga menjadi penyebab utama. Salah satu bagian ayam ditemukan berlendir, meski telah disisihkan, namun kemungkinan kontaminasi tetap terjadi.

Dalam waktu singkat, rombongan Komisi IV DPRD Rembang melakukan kunjungan lapangan ke Puskesmas Lasem untuk meninjau kondisi korban. Ketua komisi, Muhammad Rofi'i, menyatakan bahwa pihaknya mendapat laporan adanya kasus diare massal yang diduga terkait MBG. Hingga saat ini, 15 pasien telah diperbolehkan pulang, sementara tiga lainnya masih dirawat. Penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi dari Dinas Kesehatan kabupaten.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya