Rektor UINSA Surabaya Diberhentikan Setelah Ajukan Mundur
Menteri Agama resmi memberhentikan Rektor UINSA Akhmad Muzakki berdasarkan surat pengunduran diri yang disampaikan setelah pelantikan periode kedua.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 12.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Keputusan pemberhentian Profesor Akhmad Muzakki dari jabatan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya telah ditegaskan melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 060729/MA.KP.07/09/2026, yang dikeluarkan pada 23 September 2026. Keputusan ini mengikuti surat pernyataan pengunduran diri yang dikirimkan Muzakki kepada Kementerian Agama pada hari sebelumnya. Pemberhentian dilakukan dengan hormat dan disertai apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan selama masa jabatannya.
Muzakki sebelumnya telah dilantik pada 15 September 2026 untuk masa jabatan kedua, yang berlangsung hingga 2030. Namun, sepekan setelah pelantikan, muncul berbagai keberatan dari kalangan sivitas akademika terkait proses pemilihan dan tata kelola kampus. Aspirasi ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat umum dengan Komisi VIII DPR RI pada 21 September, yang menyoroti ketidaktransparanan dan ketidakpuasan terhadap prosedur pemilihan rektor.
Aksi protes mahasiswa pun memuncak dengan penyegelan kampus dan gangguan terhadap aktivitas perkuliahan. Menanggapi situasi tersebut, Komisi VIII menyerukan penangguhan jabatan rektor guna mencegah eskalasi dan menjaga kelancaran proses akademik. Dalam rapat kerja dengan Menteri Agama pada 22 September, pihak komisi menekankan perlunya penyelesaian cepat terhadap persoalan internal kampus.
Pada hari yang sama, Muzakki menyampaikan surat pengunduran diri secara resmi kepada Kementerian Agama. Berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2021, Menteri Agama menunjuk Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UINSA. Tugas Plt ini akan berlangsung hingga pelantikan rektor definitif dilakukan dalam waktu sesegera mungkin.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

China Tak Punya Pesawat Kepresidenan Khusus, Ini Fakta di Baliknya
China tidak memiliki pesawat kepresidenan tunggal seperti AS, melainkan memanfaatkan pesawat Air China yang dimodifikasi secara khusus untuk perjalanan Xi Jinping.
24 September 2026

Presiden Suriah Tegaskan Kembali Kedaulatan atas Dataran Tinggi Golan di PBB
Presiden Ahmed Al Sharaa menegaskan di sidang PBB bahwa Dataran Tinggi Golan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari wilayah Suriah dan setiap upaya pendudukan atau aneksasi ilegal akan ditolak.
24 September 2026

RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Sah Oktober 2026
Pemerintah dan DPR RI menargetkan pengesahan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan pada Oktober 2026 setelah proses pembahasan intensif melibatkan tujuh kementerian dan lembaga.
24 September 2026

26.386 Personel Siaga Amankan Aksi Massa di Jakarta
Sebanyak 26.386 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan 99 kegiatan masyarakat, termasuk aksi demonstrasi dan kegiatan publik, di seluruh wilayah Jakarta pada 24 September.
24 September 2026
Berita Lainnya

Inggris vs Argentina: Laga Final yang Terus Menggugah Rivalitas Dunia
Kamis, 24 September 2026, 12.16 WITA

Messi: Final Dunia Hasil Kerja Keras, Bukan Keberuntungan
Kamis, 24 September 2026, 12.16 WITA

14 Negara Tantang Kompetisi ASEAN Cup 2026
Kamis, 24 September 2026, 12.15 WITA

Indonesia Raih Perunggu Kedua di Kano Asian Games 2026
Kamis, 24 September 2026, 12.15 WITA

Indonesia Siap Hadapi China di Final Beregu Putra Asian Games 2026
Kamis, 24 September 2026, 12.15 WITA

Indonesia Raih Medali Perunggu Sepak Takraw di Asian Games 2026
Kamis, 24 September 2026, 12.15 WITA

Waspada Calo! Penumpang Kapal Penyeberangan Kendari-Bau-Bau Wajib Beli Tiket
Kamis, 24 September 2026, 12.15 WITA

Sayu Bella Raih Perunggu di Balap Sepeda Gunung
Kamis, 24 September 2026, 12.15 WITA

