Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Relawan Damkar Kalteng Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan

Seorang relawan pemadam kebakaran asal Kalimantan Tengah meninggal dunia setelah mengalami sesak napas akibat paparan asap selama penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Relawan Damkar Kalteng Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ahmadin, atau akrab disapa Itam Madin, seorang relawan dari Satgas Damkar Huma Singgah Itah, meninggal dunia pada malam Minggu (30/8) setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Sultan Imanudin, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat. Ia sempat dirawat karena mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap tebal selama bertugas memadamkan titik api di wilayah terdampak karhutla. Kondisi kesehatannya memburuk dalam beberapa hari terakhir, meski sebelumnya sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kobar, Dwi Agus Suhartono, menyatakan bahwa Ahmadin merupakan salah satu dari dua petugas Satgas Karhutla yang harus dilarikan ke rumah sakit akibat dampak kesehatan dari operasi lapangan. Sementara satu rekannya masih dalam masa pemulihan. Ia menekankan bahwa kondisi medan yang sulit, suhu tinggi, dan asap tebal menjadi tantangan berat yang dihadapi seluruh relawan selama musim kebakaran.

Perjuangan Ahmadin mencerminkan dedikasi tinggi para relawan yang berada di garis depan penanganan bencana alam tersebut. Ia tidak hanya berperan dalam pemadaman api, tetapi juga menjadi bagian dari upaya preventif untuk menghambat penyebaran lahan terbakar ke area lain. Setiap titik api yang muncul dianggap sebagai ancaman serius yang harus segera ditangani demi mencegah kerusakan lebih luas.

Kehilangan Ahmadin disebut menjadi duka mendalam bagi keluarga, rekan sesama relawan, dan seluruh komunitas yang terlibat dalam penanganan karhutla. Peristiwa ini menyoroti risiko kesehatan yang mengintai petugas lapangan, terutama dalam kondisi yang tidak terkendali dan minim perlindungan. Pemerintah daerah dan instansi terkait diminta memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan tenaga relawan dalam operasi penanggulangan bencana.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya