Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rem Motor Berdecit? Ini Penyebab dan Solusinya

Suara berdecit saat mengerem motor bisa jadi tanda awal masalah rem yang perlu segera ditangani agar tetap aman berkendara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 09.10 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 15x dibuka
Rem Motor Berdecit? Ini Penyebab dan Solusinya📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Suara berdecit saat menginjak rem menjadi salah satu keluhan umum pengendara motor, terutama setelah terkena hujan atau setelah pencucian. Meski terdengar sepele, gejala ini sebaiknya tidak diabaikan karena bisa menjadi indikator awal kerusakan pada sistem pengereman. Peran rem dalam menjamin keselamatan berkendara sangat krusial, sehingga setiap anomali harus direspons secara serius, terutama jika suara muncul berulang atau disertai perubahan performa pengereman.

Penyebab utama bunyi berdecit bervariasi, mulai dari kotoran yang menempel di kampas rem atau cakram hingga keausan material rem yang sudah mencapai batas. Debu jalanan, pasir, atau residu air hujan yang menyisakan lapisan tipis karat bisa mengganggu kontak antarkomponen, menciptakan gesekan tidak merata. Pada kasus lain, kampas yang sudah menipis atau mengalami keausan tidak merata dapat menyebabkan gesekan logam dengan cakram, menghasilkan suara kasar yang lebih mencolok.

Kondisi lain yang perlu diwaspadai adalah kotoran atau oli yang terkena kampas rem, baik akibat kebocoran komponen maupun penanganan perawatan yang tidak tepat. Cairan tersebut mengurangi daya gesek, sehingga tidak hanya menimbulkan suara aneh, tetapi juga menurunkan efektivitas pengereman. Selain itu, kaliper rem yang tidak bergerak bebas akibat korosi atau kotoran yang menumpuk juga bisa menyebabkan kampas terus bersentuhan dengan cakram, menghasilkan bunyi berulang bahkan saat tuas rem tidak digunakan.

Langkah perbaikan harus disesuaikan dengan akar penyebabnya. Jika suara muncul setelah hujan, coba gunakan rem beberapa kali secara perlahan hingga komponen mengering dan suara hilang. Jika tetap terdengar, lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk kotoran ringan, pembersihan dengan alat dan bahan yang sesuai bisa dilakukan sendiri. Namun, untuk kasus keausan, kerusakan cakram, atau kontaminasi oli, disarankan membawa motor ke bengkel resmi untuk pengecekan dan perbaikan yang tepat.

Penting untuk tidak mengandalkan solusi instan seperti menyemprot pelumas ke cakram atau kampas, karena hal itu justru bisa memperparah masalah. Penggantian kampas baru juga memerlukan proses penyesuaian permukaan (bedding-in) yang harus dilakukan secara bertahap sesuai standar pabrikan. Secara keseluruhan, kewaspadaan terhadap suara tidak biasa saat pengereman merupakan bentuk perawatan preventif yang krusial untuk menjaga keamanan berkendara sehari-hari.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya