RI Perkuat Ekspor Lewat Hilirisasi dan Rantai Pasok Terintegrasi
Pemerintah mempercepat transformasi ekspor dengan fokus pada produk bernilai tambah, efisiensi industri, dan keterpaduan rantai pasok untuk daya saing global.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 17.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Indonesia kini menghadapi tantangan dan peluang besar dalam menata ulang strategi ekspor di tengah perubahan tuntutan pasar internasional yang semakin menekankan aspek keberlanjutan dan nilai tambah. Masa depan daya saing ekspor negara tidak lagi semata bergantung pada kelimpahan sumber daya alam, melainkan pada kemampuan mengolah komoditas menjadi produk jadi yang memiliki nilai tinggi melalui proses hilirisasi dan industrialisasi yang efisien.
Peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi modern, serta peningkatan kapasitas pengolahan industri menjadi fondasi utama agar produk lokal mampu bersaing di pasar global. Selain itu, pembangunan rantai pasok yang terintegrasi—mulai dari produksi, pengolahan, logistik, pembiayaan hingga distribusi—diperlukan untuk mempercepat waktu dan menekan biaya operasional.
Pembiayaan perdagangan yang andal serta manajemen risiko yang terukur juga menjadi elemen krusial dalam membangun ekosistem ekspor yang tangguh dan berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya menyangkut sektor primer, tetapi juga melibatkan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan institusi keuangan untuk menciptakan sistem yang terkoordinasi dan responsif terhadap dinamika pasar.
Forum ekonomi yang akan diselenggarakan menyediakan ruang dialog strategis bagi para pemangku kepentingan, termasuk pejabat kementerian, anggota komisi legislatif, serta pemimpin perusahaan dan lembaga keuangan. Fokus utama diskusi adalah transformasi ekspor menuju pertumbuhan yang berkelanjutan, kompetitif, dan berbasis nilai tambah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
ANTAM Perkuat Pengelolaan SDA untuk Kesejahteraan Masyarakat
ANTAM tekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan demi kesejahteraan rakyat di Sulawesi Tenggara.
8 September 2026
Gubernur Sultra Minta Penegak Hukum Periksa Istri Terkait Denda Tambang Nikel di Hutan Lindung
Gubernur Sultra menanggapi denda Rp2,19 triliun terhadap PT TMS dengan menyerahkan penjelasan kepada penegak hukum dan menegaskan tidak menjadi pihak yang berwenang menjawab.
8 September 2026

PTBA Perkuat Diversifikasi, Sasaran 20% Pendapatan dari Hilirisasi
PTBA menargetkan kontribusi pendapatan dari hilirisasi dan diversifikasi produk mencapai 20% dalam empat tahun, didukung proyek gasifikasi dan energi terbarukan.
8 September 2026

Tembaga dan Emas Jadi Pilar Ekonomi Berkelanjutan
Pengelolaan tembaga di Indonesia kini berfokus pada hilirisasi dan integrasi industri, dengan produksi emas dari PMR PTFI mulai mendukung kebutuhan domestik dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


