RI Perkuat Fondasi Ekonomi untuk Tumbuh 6% di 2027
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027 dengan investasi tumbuh 7%, didukung stabilitas fiskal dan kepercayaan pasar global.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 09.24 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 56x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah mempertegas komitmen mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada tahun 2027, dengan investasi menjadi pilar utama pencapaian target tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Keuangan dalam forum diskusi internasional yang dihadiri oleh sejumlah lembaga keuangan global, termasuk bank sentral dan institusi pembiayaan strategis. Fokus utama tetap pada menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta memastikan koordinasi yang sinergis antara kebijakan fiskal dan moneter.
Indikator ekonomi domestik menunjukkan kondisi yang stabil dan positif. Inflasi pada akhir September 2026 berada pada level 3,3%, menunjukkan kendali yang baik atas tekanan harga. Sektor manufaktur juga menunjukkan ekspansi, dengan indeks PMI mencapai 52,4 pada bulan yang sama, menandakan aktivitas produksi yang meningkat. Di sisi perdagangan, surplus neraca perdagangan kembali tercatat, mencerminkan ketahanan sektor eksternal terhadap tekanan global.
Pemerintah tetap waspada terhadap berbagai risiko eksternal, termasuk ketegangan geopolitik, fragmentasi perdagangan global, volatilitas harga komoditas, serta tingginya suku bunga internasional yang dapat memengaruhi arus modal ke pasar berkembang. Dalam kondisi tersebut, pemerintah menegaskan kembali komitmen menjaga defisit APBN di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB), agar tetap mempertahankan ruang fiskal untuk menghadapi ketidakpastian di masa depan.
Untuk mewujudkan target pertumbuhan, pemerintah menggandeng sektor swasta dan memperkuat sinergi dengan program strategis seperti Danantara, serta memperluas akses ke pasar keuangan dalam negeri. Upaya ini dilakukan bukan hanya untuk menarik investasi jangka pendek, tetapi juga membangun kepercayaan berkelanjutan melalui transparansi, konsistensi kebijakan, dan penguatan ekosistem keuangan. Peningkatan peran investor institusional dan ritel domestik menjadi bagian penting dari strategi penguatan likuiditas pasar.
Dengan menjaga disiplin fiskal, memperkuat stabilitas makroekonomi, dan memperdalam pasar keuangan, pemerintah optimistis dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Tujuannya adalah menjamin bahwa pertumbuhan tidak hanya tercapai secara nominal, tetapi juga berdampak pada penguatan fondasi ekonomi nasional dalam jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Anggota BPK RI Fathan Subchi meninggal dunia pada Minggu (25/10) di usia 56 tahun, meninggalkan jejak panjang dalam politik, keuangan negara, dan organisasi keislaman.
25 Oktober 2026

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Presiden Prabowo menegaskan ketahanan ekonomi nasional meski menghadapi tekanan dari MSCI, dengan menekankan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika pasar global.
25 Oktober 2026

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Program binaan Pertamina membantu UMKM tumbuh secara ekonomi sekaligus menciptakan dampak sosial luas melalui pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, dan pelestarian budaya lokal.
25 Oktober 2026

Pemprov Kaltim Dorong Literasi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur gencar tingkatkan literasi dan inklusi keuangan demi akses layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Shin Tae-yong Dorong Sistem Pembinaan Sepak Bola Berkelanjutan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Laswi Heritage Run 2026 Sukses Gagas Gelora Olahraga di Tengah Warisan Kolonial
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

