Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

RI Perkuat Fondasi Ekonomi untuk Tumbuh 6% di 2027

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027 dengan investasi tumbuh 7%, didukung stabilitas fiskal dan kepercayaan pasar global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 09.24 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 56x dibuka
RI Perkuat Fondasi Ekonomi untuk Tumbuh 6% di 2027📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah mempertegas komitmen mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada tahun 2027, dengan investasi menjadi pilar utama pencapaian target tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Keuangan dalam forum diskusi internasional yang dihadiri oleh sejumlah lembaga keuangan global, termasuk bank sentral dan institusi pembiayaan strategis. Fokus utama tetap pada menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta memastikan koordinasi yang sinergis antara kebijakan fiskal dan moneter.

Indikator ekonomi domestik menunjukkan kondisi yang stabil dan positif. Inflasi pada akhir September 2026 berada pada level 3,3%, menunjukkan kendali yang baik atas tekanan harga. Sektor manufaktur juga menunjukkan ekspansi, dengan indeks PMI mencapai 52,4 pada bulan yang sama, menandakan aktivitas produksi yang meningkat. Di sisi perdagangan, surplus neraca perdagangan kembali tercatat, mencerminkan ketahanan sektor eksternal terhadap tekanan global.

Pemerintah tetap waspada terhadap berbagai risiko eksternal, termasuk ketegangan geopolitik, fragmentasi perdagangan global, volatilitas harga komoditas, serta tingginya suku bunga internasional yang dapat memengaruhi arus modal ke pasar berkembang. Dalam kondisi tersebut, pemerintah menegaskan kembali komitmen menjaga defisit APBN di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB), agar tetap mempertahankan ruang fiskal untuk menghadapi ketidakpastian di masa depan.

Untuk mewujudkan target pertumbuhan, pemerintah menggandeng sektor swasta dan memperkuat sinergi dengan program strategis seperti Danantara, serta memperluas akses ke pasar keuangan dalam negeri. Upaya ini dilakukan bukan hanya untuk menarik investasi jangka pendek, tetapi juga membangun kepercayaan berkelanjutan melalui transparansi, konsistensi kebijakan, dan penguatan ekosistem keuangan. Peningkatan peran investor institusional dan ritel domestik menjadi bagian penting dari strategi penguatan likuiditas pasar.

Dengan menjaga disiplin fiskal, memperkuat stabilitas makroekonomi, dan memperdalam pasar keuangan, pemerintah optimistis dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Tujuannya adalah menjamin bahwa pertumbuhan tidak hanya tercapai secara nominal, tetapi juga berdampak pada penguatan fondasi ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya