RI-Singapura Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS
Kerangka penyelesaian transaksi bilateral menggunakan rupiah dan dolar Singapura resmi berlaku, menekan ketergantungan pada dolar AS dan memperkuat integrasi keuangan regional.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 17.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia dan Monetary Authority of Singapore secara resmi meluncurkan kerangka penyelesaian transaksi bilateral antara Indonesia dan Singapura menggunakan mata uang lokal. Keputusan ini menandai langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat sebagai alat perantara dalam perdagangan dan investasi lintas negara. Implementasi dimulai setelah disepakatinya pedoman operasional pada April 2026 dan ditetapkan melalui Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 25 Tahun 2026.
Melalui skema ini, pelaku usaha di kedua negara dapat melakukan pembayaran dan penyelesaian transaksi secara langsung menggunakan rupiah atau dolar Singapura. Hal ini berlaku untuk perdagangan barang dan jasa, investasi langsung, hingga pembayaran lintas batas. Keberadaan kuotasi langsung antara rupiah dan dolar Singapura menjadi salah satu pilar utama, mempermudah proses konversi dan memperkecil ketidakpastian nilai tukar.
Untuk mendukung operasionalisasi, kedua otoritas moneter telah menunjuk sembilan bank di Indonesia dan tiga bank di Singapura sebagai Appointed Cross Currency Dealer (ACCD). Di Indonesia, bank-bank tersebut meliputi BCA, CIMB Niaga, DBS Indonesia, Mandiri, Maybank Indonesia, BNI, OCBC NISP, Bank Jatim, dan UOB Indonesia. Di Singapura, pihak yang ditunjuk adalah DBS Bank, OCBC, dan UOB. Mereka bertugas memfasilitasi pertukaran mata uang lokal secara efisien dan aman.
Tujuan utama dari kerangka ini adalah memperluas pemanfaatan mata uang lokal dalam transaksi regional, khususnya di kawasan ASEAN. Dengan mengurangi biaya konversi dan risiko nilai tukar, kebijakan ini diharapkan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pelaku ekonomi. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat stabilitas sistem keuangan regional dan mempercepat integrasi ekonomi antarnegara anggota ASEAN.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Dokter spesialis anak menekankan pentingnya deteksi dini gejala iritasi pernapasan pada anak akibat paparan abu vulkanik, terutama pada yang memiliki riwayat asma atau alergi.
9 September 2026

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Paparan abu vulkanik sering memicu iritasi saluran napas, termasuk gatal dan batuk; berikut cara alami meredakannya secara efektif.
9 September 2026

Warga 17 Tahun Dapat Rekening Otomatis Disertai Dana Awal Rp50 Ribu
Pemerintah siapkan rekening bank otomatis bagi warga usia 17 tahun dengan saldo awal Rp50 ribu, terhubung ke NIK, sebagai langkah inklusi keuangan dan digitalisasi ekonomi.
9 September 2026

Singapura Naikkan Gaji Pejabat Meski Ekonomi Tidak Merata
Singapura mengumumkan kenaikan gaji hingga 9% untuk menteri dan anggota parlemen, meski pertumbuhan ekonomi tidak merata dan tekanan inflasi masih tinggi.
9 September 2026
Berita Lainnya

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Pabrik BYD Subang Beroperasi, Harga Mobil Listrik Tak Turun Langsung
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

SPP-TDLN Mulai Berlaku 10 September 2026
Rabu, 9 September 2026, 11.35 WITA


