Robin Hood dan Perlawanan Rakyat di Tengah Korupsi
Film Robin Hood (2018) tayang malam ini di Bioskop Trans TV dengan narasi perlawanan rakyat melawan ketidakadilan dan korupsi di Inggris abad pertengahan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 17.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Film Robin Hood yang tayang malam ini pada pukul 20.15 WIB di Bioskop Trans TV menggambarkan perjalanan Robin of Loxley, seorang prajurit berbakat yang kembali dari Perang Salib Ketiga dengan hati terguncang oleh kekejaman yang ia saksikan. Diperankan oleh Taron Egerton, karakter utama ini awalnya hidup damai bersama kekasihnya, Marian, di Nottingham, namun hidupnya berubah drastis saat direkrut oleh Sheriff of Nottingham yang korup untuk bertempur melawan pasukan Saracen.
Setelah empat tahun berperang, Robin kembali ke tanah kelahirannya dengan penuh kekecewaan. Ia menolak tindakan kejam yang dilakukan komandannya, Guy of Gisbourne, termasuk eksekusi terhadap tahanan yang sudah menyerah. Akibatnya, ia dituduh pengkhianat dan dikirim kembali ke Inggris. Di sana, ia terkejut mengetahui bahwa hartanya telah disita dan dirinya dinyatakan mati secara resmi oleh Sheriff of Nottingham, yang memanfaatkan kekayaannya untuk mendanai perang atas perintah Kardinal korup.
Robin kemudian menyelidiki praktik penindasan yang merajalela di kota. Ia menyaksikan penderitaan rakyat jelata yang ditekan oleh sistem pemerintahan yang tidak adil. Dalam prosesnya, ia bertemu kembali dengan Marian, kini terlibat dalam gerakan pemberontakan yang dipimpin Will Tillman. Namun, upayanya untuk mendekati kekasihnya terhalang oleh seorang pemuda bernama Yahya, yang diperankan Jamie Foxx, yang menawarkan kerja sama untuk menyelundupkan uang dari Sheriff dan mengembalikannya kepada warga.
Aksi mereka, yang kemudian dikenal sebagai Robin Hood, menyebar luas di kalangan masyarakat. Setiap pencurian yang dilakukan bukan untuk keuntungan pribadi, tetapi untuk menyelamatkan warga dari kelaparan dan ketidakadilan. Meski begitu, perlawanan tersebut tidak lepas dari ancaman. Sheriff of Nottingham mengejar para pemberontak, hingga Robin tertangkap dan dijatuhi hukuman mati. Namun, di tempat lain, John dan kelompok pendukungnya mulai merancang aksi penyelamatan untuk menyelamatkan Robin dari kematian.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Audi Marissa dan Anthony Xie Pilih Lanjutkan Perceraian
Perceraian Audi Marissa dan Anthony Xie resmi dilanjutkan setelah mediasi rujuk gagal, dengan kesepakatan kooperatif terkait hak asuh anak dan tidak adanya pembagian harta bersama.
6 Oktober 2026

Eks Pemimpin Ponpes Lombok Tengah Jadi Tersangka Kekerasan Seksual
Polres Lombok Tengah menetapkan TGH Muhammad Imanuddin Sumar sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual terhadap santri perempuan di Ponpes Abul Barokat Wannafahat.
6 Oktober 2026

Remaja 15 Tahun Kehilangan Tangan Akibat Ledakan Granat Saat Demo Pelajar
Seorang remaja berusia 15 tahun kehilangan satu tangan akibat ledakan granat karet saat aksi protes pelajar di Prancis, dengan pihak berwajib masih menyelidiki penyebab kejadian tersebut.
6 Oktober 2026

Kapolda Era Kapolri Suyudi Dominasi Alumni Akpol 1994 dan 1995
Sebanyak 11 dari 19 kapolda baru di era Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto berasal dari lulusan Akademi Kepolisian 1994 dan 1995, menunjukkan dominasi generasi tersebut dalam struktur kepemimpinan kepolisian tingkat provinsi.
6 Oktober 2026
Berita Lainnya

Petani Karet Keluhkan Dukungan Pemerintah yang Minim
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.42 WITA

INPS Perkuat Lini Bisnis Otomotif dengan Akuisisi 90% Saham Dealer
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.41 WITA

Bursa Mineral Awalnya Gunakan Rupiah dan Dolar AS
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.41 WITA

HP Capital Lepas Saham LUCY Senilai Rp7,12 Miliar
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.41 WITA

Asing Jual Bersih Rp273,81 M, Lima Saham Ini Diborong Investor
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.41 WITA

Tujuh Perusahaan Siap Melantai di BEI, Dua Beraset Jumbo
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.41 WITA

BUVA Gelar Rights Issue Rp1,54 Triliun untuk Perluas Pengembangan Properti
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA

Rupiah Sempat Melemah, Akhirnya Menguat Tipis di Rp17.890
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA

