Roy Suryo Soroti Kinerja Pemerintahan Prabowo di Hari Dua Tahun
Pakar telematika menyoroti capaian dua tahun pemerintahan Prabowo tanpa menyebut nama wakil presiden, dengan peringatan bahwa kekuasaan bisa segera berakhir.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 18x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Pada peringatan dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Roy Suryo mengungkapkan evaluasi kritis terhadap kinerja pemerintahan tanpa secara langsung menyebut nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menekankan bahwa periode dua tahun ini telah cukup panjang untuk menilai efektivitas kebijakan, namun menilai masih banyak tantangan yang belum terselesaikan secara optimal.
Dalam pernyataannya di Gedung Komisi Yudisial, Roy menyiratkan bahwa masa kepemimpinan saat ini tidak akan berlangsung lama, dengan menyebut bahwa kekuasaan akan segera berakhir dalam waktu dekat. Ia memilih tidak menyebut secara eksplisit nama pendamping presiden, dengan alasan bahwa posisi tersebut akan segera berubah karena proses politik yang sedang berjalan.
Ia menyoroti beberapa isu krusial yang masih mengemuka, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta persistensi korupsi di berbagai sektor. Menurutnya, dua tahun pemerintahan bukan waktu yang cukup untuk menyelesaikan persoalan struktural yang kompleks, apalagi jika fokus pemerintah mulai bergeser ke persiapan pemilu 2029.
Dengan nada tegas, Roy menekankan pentingnya evaluasi terus-menerus terhadap kinerja pemerintah, bukan hanya dari hasil yang tampak, tetapi juga dari dampak jangka panjang dan keberlanjutan kebijakan. Ia menilai bahwa fokus terhadap pemilu mendatang bisa mengaburkan tanggung jawab terhadap isu-isu mendesak yang memengaruhi kehidupan rakyat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

