Rugi WSBP Membengkak Jadi Rp410 Miliar di Tengah Penurunan Pendapatan
WSBP mencatat kerugian bersih Rp410,77 miliar hingga September 2026, didorong penurunan pendapatan dan kenaikan beban keuangan, sementara efisiensi belum mampu menutup defisit.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 23.12 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 98x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kinerja keuangan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) pada semester pertama tahun 2026 menunjukkan tren negatif yang memburuk. Rugi bersih perusahaan mencapai Rp410,77 miliar hingga akhir September, naik signifikan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya Rp324,22 miliar. Kenaikan ini terjadi meski manajemen berhasil menekan beban operasional, termasuk pengurangan beban umum dan administrasi sebesar 13,05% serta beban penjualan 9,79%. Namun, upaya efisiensi tersebut tidak cukup mengimbangi penurunan pendapatan dan margin laba kotor yang anjlok.
Pendapatan usaha WSBP turun 7,75% dari Rp1,17 triliun menjadi Rp1,08 triliun secara tahunan. Penurunan ini berasal dari dua lini utama: pendapatan precast turun 20,76% menjadi Rp418,92 miliar, sementara pendapatan readymix dan quarry merosot 24,92% menjadi Rp269,52 miliar. Meski pendapatan jasa konstruksi melonjak 38,73% menjadi Rp389,16 miliar, margin kotor hanya sekitar 3% karena beban konstruksi mencapai Rp377,38 miliar. Kinerja ini membuat laba kotor turun 35,57% menjadi Rp129,83 miliar, dengan margin turun dari 17,25% menjadi 12,05%.
Perubahan struktur pendapatan juga terjadi, di mana kontribusi dari pihak ketiga naik signifikan menjadi 47,89% dari total pendapatan, naik dari 28,76% tahun lalu. Pendapatan dari WSKT-FYP KSO menjadi kontributor terbesar dengan Rp211,03 miliar, disusul Politeknik Negeri Madura dan Universitas Udayana masing-masing Rp55,32 miliar dan Rp45,63 miliar. Di sisi lain, pendapatan dari induk usaha WSKT turun 40,95%, dari Rp373,55 miliar menjadi Rp220,59 miliar, dan total pendapatan dari pihak berelasi menyusut dari Rp832,22 miliar menjadi Rp561,53 miliar.
Beberapa pos keuangan lainnya juga menunjukkan tekanan berat. Pendapatan lain-lain bersih anjlok 81,2% menjadi Rp11,23 miliar, terutama karena tidak adanya pemulihan nilai piutang yang dicatat tahun lalu sebesar Rp65,55 miliar. Beban keuangan naik 8,46% menjadi Rp234,23 miliar, dengan beban bunga bank hampir dua kali lipat dari Rp53,72 miliar menjadi Rp97,59 miliar. Total liabilitas mencapai Rp5,25 triliun, meningkat 4,47% dari akhir 2025, sementara aset turun 5,8% menjadi Rp2,88 triliun. Defisit modal terus membesar dari minus Rp1,97 triliun menjadi minus Rp2,37 triliun, dengan akumulasi defisit mencapai Rp10,4 triliun.
Manajemen WSBP menyatakan kondisi ini mencerminkan ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan atas kelangsungan usaha. Penyebab utamanya adalah sejumlah proyek bermasalah yang didanai melalui utang, sehingga perusahaan perlu melakukan restrukturisasi pinjaman dan memasuki masa standstill serta pengaturan arus kas (cash waterfall). Target pendapatan tahunan Rp2,08 triliun belum tercapai secara signifikan, dengan realisasi hingga kuartal III baru mencapai 51,81%. Strategi perbaikan kinerja yang disiapkan meliputi peningkatan partisipasi dalam tender, penjualan aset tidak produktif, pemangkasan beban di bawah RKAP, serta implementasi perjanjian perdamaian.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Anggota BPK RI Fathan Subchi meninggal dunia pada Minggu (25/10) di usia 56 tahun, meninggalkan jejak panjang dalam politik, keuangan negara, dan organisasi keislaman.
25 Oktober 2026

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Presiden Prabowo menegaskan ketahanan ekonomi nasional meski menghadapi tekanan dari MSCI, dengan menekankan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika pasar global.
25 Oktober 2026

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Program binaan Pertamina membantu UMKM tumbuh secara ekonomi sekaligus menciptakan dampak sosial luas melalui pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, dan pelestarian budaya lokal.
25 Oktober 2026

Pemprov Kaltim Dorong Literasi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur gencar tingkatkan literasi dan inklusi keuangan demi akses layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Shin Tae-yong Dorong Sistem Pembinaan Sepak Bola Berkelanjutan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Laswi Heritage Run 2026 Sukses Gagas Gelora Olahraga di Tengah Warisan Kolonial
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

