Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rumah Menteri Keuangan Terpapar Abu Vulkanik, Bersih Berkali-kali Tetap Kotor

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap rumahnya terkena abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, meski sudah dibersihkan berulang kali.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 15.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rumah Menteri Keuangan Terpapar Abu Vulkanik, Bersih Berkali-kali Tetap Kotor
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa rumahnya mengalami paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Ia menyadari kondisi tersebut setelah melihat rumahnya kembali kotor meski telah dibersihkan berkali-kali. Menurutnya, awalnya tidak menyadari adanya dampak dari abu vulkanik karena tidak merasakan gejala langsung.

Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi setelah adanya laporan sebaran abu vulkanik ke wilayah Jakarta dan sekitarnya. “Kemarin saya bersih-bersih rumah, tapi kok tetap kotor terus. Saya baru sadar mungkin karena abu vulkanik,” ujar Purbaya saat ditemui di kompleks parlemen. Ia menegaskan bahwa kondisi ini bukan hanya terjadi pada dirinya, namun juga dirasakan warga di daerah terdampak.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan pernapasan, mata, dan kulit dari paparan abu vulkanik yang dapat menyebabkan iritasi. Ia menyarankan masyarakat untuk menggunakan masker dan kacamata jika harus berada di luar ruangan.

Budi juga menekankan pentingnya tetap tenang dan tidak panik. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan fasilitas kesehatan seperti nebulizer dan oksigen konsentrator di puskesmas terdekat untuk menangani kasus gangguan pernapasan akibat abu vulkanik. Ia mengimbau masyarakat yang mengalami gejala seperti sesak napas untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya