Rupiah Kokoh di Rp17.630, Dolar Melemah Pasca-Pernyataan Fed
Rupiah menguat ke Rp17.630 per dolar AS pada penutupan pekan, mencatat level terkuat dalam 15 pekan terakhir, didorong pelemahan dolar global.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 16.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah berhasil menutup perdagangan Jumat (4/9/2026) dengan penguatan signifikan, berada di posisi Rp17.630 per dolar AS. Angka ini merepresentasikan apresiasi 0,11% dibandingkan sesi sebelumnya, menandai level terkuat rupiah dalam lima bulan terakhir. Pergerakan tersebut dimulai dari level Rp17.610 pada awal perdagangan, meski sempat mengalami koreksi sebesar 20 poin menjelang penutupan. Kenaikan ini terjadi di tengah tekanan melemahnya dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia.
Indeks dolar AS (DXY), yang menjadi pengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, mengalami kenaikan ringan sebesar 0,12% ke posisi 99,026 pada pukul 15.00 WIB. Namun, kenaikan tersebut tidak mampu menghentikan dominasi penguatan rupiah. Alasannya, dolar AS sebelumnya sempat anjlok 0,69% pada Kamis, berkat aksi jual yang kuat terhadap greenback, terutama setelah yen Jepang menguat tajam.
Penguatan yen yang mencapai 155,47 per dolar AS, mendekati level tertinggi sejak awal Mei, menjadi pemicu utama melemahnya dolar AS. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BOJ), yang kini diperkirakan mencapai peluang 75% untuk kenaikan 25 basis poin pada bulan September. Pernyataan anggota dewan BOJ, Hajime Takata, yang menekankan perlunya penyesuaian lebih cepat terhadap inflasi, memperkuat ekspektasi tersebut.
Di sisi lain, pernyataan Gubernur The Federal Reserve, Christopher Waller, yang menyatakan kecenderungan untuk mempertahankan suku bunga dalam rapat September, turut berkontribusi terhadap melemahnya dolar. Pernyataan ini menurunkan peluang kenaikan suku bunga AS dari 59% menjadi 48%, sehingga mengurangi daya tarik aset berdenominasi dolar. Dampaknya, pasar global mulai beralih ke aset negara berkembang, termasuk rupiah, yang memanfaatkan momentum tersebut.
Perhatian pasar kini beralih ke rilis data tenaga kerja AS yang akan dirilis malam hari di Indonesia. Ekonom memperkirakan ekonomi AS akan menciptakan 56.000 lapangan kerja baru pada Agustus, setelah mengalami penurunan 23.000 pekerjaan di bulan sebelumnya. Jika data lebih lemah dari perkiraan, peluang kenaikan suku bunga The Fed akan semakin menipis, yang berpotensi menekan dolar lebih lanjut dan mendukung rupiah dalam perdagangan berikutnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

