Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah ke Rp17.585 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah turun ke level Rp17.585 per dolar AS pada pagi hari, terpicu kenaikan imbal hasil obligasi AS dan kekhawatiran pasokan minyak akibat ketegangan di Timur Tengah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 11.30 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 7x dibuka
Rupiah Melemah ke Rp17.585 per Dolar AS Pagi Ini📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah berada pada posisi Rp17.585 per dolar AS pada perdagangan pagi hari, Jumat (11/9), menunjukkan pelemahan sebesar 38 poin atau 0,22 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan tekanan terhadap mata uang lokal yang terus menghadapi dinamika pasar global yang tidak menentu.

Di kawasan Asia, sebagian besar mata uang menguat atau bergerak stabil. Yen Jepang menguat tipis 0,02 persen, sedangkan yuan China menguat 0,03 persen. Sementara itu, baht Thailand dan peso Filipina melemah masing-masing 0,13 persen dan 0,33 persen. Dolar Singapura dan dolar Hong Kong juga menguat tipis, masing-masing 0,01 persen.

Pada pasar mata uang global, euro Eropa menguat 0,01 persen, poundsterling Inggris melemah 0,02 persen, dan franc Swiss turun 0,04 persen. Dolar Australia menguat 0,03 persen, sedangkan dolar Kanada melemah 0,04 persen. Pergerakan ini menunjukkan perbedaan respons antar mata uang terhadap sentimen pasar yang beragam.

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.500 hingga Rp17.650 per dolar AS dalam perdagangan hari ini. Ia menilai tekanan terhadap rupiah berasal dari penguatan dolar AS yang didorong oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dunia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya