Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS Pagi Ini
Rupiah bergerak melemah ke level Rp17.645 per dolar AS pada perdagangan Selasa pagi, dipengaruhi tekanan dari kenaikan harga minyak dunia meski indeks dolar turun.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 11.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi Selasa (8/9) berada di posisi Rp17.645 per dolar AS, mengalami penurunan sebesar 5 poin atau 0,03 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan ini terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang tidak seragam, dengan sejumlah negara seperti Filipina, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan mencatat penguatan terhadap dolar AS.
Di sisi lain, yuan China sedikit melemah 0,01 persen, sementara dolar Hong Kong bergerak datar. Pada pasar mata uang negara maju, euro, poundsterling, dolar Kanada, dan franc Swiss menguat, sedangkan dolar Australia sedikit terkoreksi. Pergerakan ini menunjukkan volatilitas yang terbatas di pasar global tanpa sentimen signifikan dari rilis data ekonomi.
Analis dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa rupiah diperkirakan akan bergerak konsolidatif hari ini. Ia menilai tidak adanya rilis data ekonomi penting dari dalam maupun luar negeri menjadi faktor utama memengaruhi pergerakan mata uang lokal. Meski indeks dolar AS terpantau melemah, tekanan dari kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan di Timur Tengah tetap menjadi beban bagi rupiah.
Lukman memproyeksikan pergerakan rupiah dalam rentang antara Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS selama perdagangan hari ini. Dengan kondisi pasar yang cenderung datar, pergerakan rupiah diprediksi akan berlangsung dalam kisaran sempit, tergantung pada dinamika eksternal yang tidak terduga.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


