Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah bergerak melemah ke level Rp17.645 per dolar AS pada perdagangan Selasa pagi, dipengaruhi tekanan dari kenaikan harga minyak dunia meski indeks dolar turun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 11.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS Pagi Ini
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi Selasa (8/9) berada di posisi Rp17.645 per dolar AS, mengalami penurunan sebesar 5 poin atau 0,03 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan ini terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang tidak seragam, dengan sejumlah negara seperti Filipina, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan mencatat penguatan terhadap dolar AS.

Di sisi lain, yuan China sedikit melemah 0,01 persen, sementara dolar Hong Kong bergerak datar. Pada pasar mata uang negara maju, euro, poundsterling, dolar Kanada, dan franc Swiss menguat, sedangkan dolar Australia sedikit terkoreksi. Pergerakan ini menunjukkan volatilitas yang terbatas di pasar global tanpa sentimen signifikan dari rilis data ekonomi.

Analis dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa rupiah diperkirakan akan bergerak konsolidatif hari ini. Ia menilai tidak adanya rilis data ekonomi penting dari dalam maupun luar negeri menjadi faktor utama memengaruhi pergerakan mata uang lokal. Meski indeks dolar AS terpantau melemah, tekanan dari kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan di Timur Tengah tetap menjadi beban bagi rupiah.

Lukman memproyeksikan pergerakan rupiah dalam rentang antara Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS selama perdagangan hari ini. Dengan kondisi pasar yang cenderung datar, pergerakan rupiah diprediksi akan berlangsung dalam kisaran sempit, tergantung pada dinamika eksternal yang tidak terduga.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya