Rupiah Melemah ke Rp17.750/US$ di Awal Pagi
Rupiah dibuka melemah ke level Rp17.750 per dolar AS akibat penguatan greenback dan ketegangan geopolitik global.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 10.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Rabu (2/9/2026) dengan pelemahan signifikan, bergerak di posisi Rp17.750 per dolar AS, melemah 0,23% dari penutupan sebelumnya di Rp17.710. Penurunan ini mencatatkan kembali pergerakan di zona merah setelah sehari sebelumnya stagnan, menunjukkan tekanan berkelanjutan terhadap mata uang nasional. Kondisi tersebut berlangsung seiring penguatan indeks dolar AS (DXY) yang mencapai 99,780 pada pukul 09.00 WIB, naik 0,11% dari penutupan Selasa (1/9/2026).
Penguatan dolar AS didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap aset aman di tengah eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Serangan udara AS terhadap target di Iran pada Selasa kemarin memicu lonjakan harga minyak global lebih dari 4%, memperkuat kekhawatiran inflasi global. Di pasar keuangan, kenaikan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak Januari 2025, sementara obligasi Jepang mencatat yield 3% untuk pertama kalinya dalam 30 tahun, menandakan pergeseran preferensi aset global.
Kenaikan imbal hasil tersebut memperkuat daya tarik dolar AS, yang secara langsung membatasi ruang penguatan mata uang negara berkembang seperti rupiah. Pasar juga memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Federal Reserve pada pertemuan September mendatang, yang kini diperkirakan sebesar 68%, naik dari 35% sebelum pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole. Kedua pejabat Fed, Warsh dan Michael Barr, menegaskan bahwa kebijakan moneter tetap akan menyesuaikan jika inflasi tidak menurun sesuai target. Data tenaga kerja AS Agustus yang akan dirilis Jumat pekan ini diperkirakan menjadi penentu utama.
Di tengah tekanan global, Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmen menjaga stabilitas rupiah melalui berbagai instrumen. Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan proyeksi rupiah akan menguat pada 2027 dengan kisaran antara Rp17.300 hingga Rp17.800 per dolar AS. Upaya ini akan didukung oleh kebijakan ekspor satu pintu, pelaksanaan Peraturan Pemerintah tentang Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), serta intervensi valuta asing, pengelolaan likuiditas, dan pengawasan ketat terhadap pembelian dolar oleh bank dan korporasi. Koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga diperkuat untuk memperketat pelaporan lalu lintas devisa.
Meskipun langkah strategis telah disiapkan, tekanan jangka pendek tetap tinggi. Penguatan dolar AS, lonjakan imbal hasil obligasi AS, dan kenaikan harga minyak global tetap menjadi tantangan besar bagi rupiah. BI menekankan bahwa kebijakan tetap berfokus pada penguatan pasokan devisa dan pengendalian volatilitas, dengan harapan bahwa stabilitas eksternal dapat terjaga meski di tengah ketidakpastian global yang terus berlanjut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
ASN Tunggak Pajak Kendaraan Siap Dikenai Sanksi TPP
Aparatur Sipil Negara yang belum lunasi pajak kendaraan bermotor bakal menghadapi pemotongan Tunjangan Perbaikan Posisi (TPP) sebagai bentuk teguran dan penguatan kepatuhan fiskal.
9 September 2026

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Partikel abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau barrier yang sudah rusak.
9 September 2026

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Penggunaan dua masker, terutama tipe bedah, dinilai bisa meningkatkan perlindungan dari abu vulkanik meski belum ada bukti ilmiah pasti.
9 September 2026

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Pemilik hewan peliharaan di lima provinsi terdampak harus segera lindungi anabul dari paparan abu vulkanik dengan langkah-langkah praktis dan preventif.
9 September 2026
Berita Lainnya
Pemadaman Listrik Berlanjut di Kendari dan Konawe, Tertunda Hingga Malam Hari
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Kebiasaan Malam Sederhana Tingkatkan Kesehatan Kulit
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Skandal Kuota Haji Rp622 Miliar Terungkap, Saksi Sebut Ada Instruksi Ketik Nama
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Pemkot Kendari Tuntaskan Pembangunan Jembatan Wawo
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Kasus Tambang di Bombana
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Tambang Nikel Kabaena
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA


