Rupiah Melemah ke Rp17.763, Tekanan Dolar Masih Menghantui
Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.763 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu, dipengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga AS dan tekanan inflasi domestik yang meningkat.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 17.51 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada akhir perdagangan Rabu menunjukkan pelemahan sebesar 19 poin, menutup sesi di posisi Rp17.763 per dolar AS, setelah dibuka pada level Rp17.750. Penurunan ini menjadi cerminan dari tekanan berkelanjutan terhadap mata uang lokal, yang berasal dari dinamika eksternal dan kondisi domestik yang memburuk. Penguatan dolar AS secara global, khususnya pasca pernyataan hawkish dari pejabat Federal Reserve, menjadi faktor utama yang mendorong pergerakan ini.
Peningkatan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed menambah tekanan pada rupiah, terutama setelah pernyataan dari Ketua The Fed Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole. Data dari CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan 15–16 September telah naik menjadi 65%, meningkat dari 40% pada pekan sebelumnya. Kondisi ini memperkuat daya tarik dolar AS dan menekan mata uang negara berkembang seperti Indonesia.
Di sisi domestik, inflasi Agustus 2026 mencatatkan kenaikan bulanan sebesar 0,21%, berbalik dari deflasi 0,14% pada Juli. Inflasi tahunan juga melonjak menjadi 3,19%, naik dari 2,88% pada bulan sebelumnya. Kenaikan ini terutama dipicu oleh kenaikan harga di kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang menambah tekanan pada kebijakan moneter dan menimbulkan kekhawatiran atas stabilitas harga dalam jangka pendek.
Pengamat ekonomi menyatakan bahwa pelemahan rupiah tidak hanya dipengaruhi oleh faktor eksternal, tetapi juga refleksi dari ketidakstabilan inflasi yang perlu segera ditangani. Dengan kondisi tersebut, prospek rupiah dalam waktu dekat diperkirakan tetap rentan terhadap volatilitas, terutama jika ekspektasi kenaikan suku bunga AS tetap tinggi dan inflasi domestik tidak segera terkendali.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

