Rupiah Melemah Sedikit ke Rp17.640 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp17.640 per dolar AS pada sore hari Senin, mengalami kenaikan tipis sebesar 2 poin atau 0,01 persen dibandingkan sebelumnya.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 19.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 8x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada perdagangan sore Senin (7/9) berada di level Rp17.640 per dolar AS, menunjukkan pergerakan menguat yang sangat kecil dibandingkan posisi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi meskipun tekanan dari dinamika pasar global tetap ada, terutama menyusul ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang masih menjadi perhatian investor.
Di kawasan Asia, mayoritas mata uang mengalami pergerakan positif terhadap dolar AS. Yen Jepang menjadi yang paling kuat dengan kenaikan 0,93 persen, disusul dolar Singapura yang naik 0,08 persen. Sementara itu, yuan China melemah 0,02 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,02 persen, won Korea Selatan menguat 0,33 persen, peso Filipina terapresiasi 0,07 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,01 persen.
Di pasar global, mata uang utama negara maju juga menunjukkan kecenderungan penguatan. Euro Eropa menguat 0,14 persen, poundsterling Inggris naik 0,15 persen, dolar Australia terapresiasi 0,28 persen, dolar Kanada menguat 0,09 persen, dan franc Swiss menguat 0,09 persen. Penguatan ini mencerminkan sentimen pasar yang cenderung optimistis terhadap ekonomi global meski masih ada ketidakpastian.
Analis DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah terbatas didorong oleh kenaikan data cadangan devisa pada Agustus. Namun, ia menekankan bahwa pergerakan mata uang domestik tetap rentan terhadap sentimen eksternal. Investor masih menimbang dampak dari perkembangan geopolitik serta menanti rilis data ekonomi penting, baik dari dalam negeri seperti kepercayaan konsumen dan penjualan ritel, maupun dari Amerika Serikat, khususnya data inflasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

