Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.889 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.889 per dolar AS pada Selasa sore, menguat 0,10 persen dibandingkan sesi sebelumnya, didorong koreksi indeks dolar dan imbal hasil obligasi AS.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 17.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.889 per Dolar AS📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada perdagangan sore hari, Selasa (6/10), berada di posisi Rp17.889 per dolar AS, menunjukkan penguatan ringan sebesar 18 poin atau 0,10 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan ini terjadi seiring dengan kecenderungan mayoritas mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS, termasuk kenaikan won Korea Selatan, dolar Singapura, dan ringgit Malaysia.

Di sisi lain, beberapa mata uang Asia lainnya mengalami penurunan, seperti peso Filipina yang turun 0,22 persen, yen Jepang melemah 0,17 persen, dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen, serta yuan China yang turun 0,02 persen. Di pasar global, mata uang utama negara maju menunjukkan pergerakan bervariasi, dengan euro Eropa dan poundsterling Inggris menguat masing-masing 0,12 persen dan 0,11 persen, sementara dolar Australia naik 0,07 persen.

Namun, franc Swiss dan dolar Kanada justru melemah, masing-masing 0,20 persen dan 0,06 persen. Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan rupiah dipengaruhi oleh penurunan indeks dolar AS dan koreksi imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury), menjelang rilis risalah pertemuan FOMC yang diperkirakan menunjukkan nada dovish dari the Fed.

Ia menambahkan bahwa investor dalam negeri cenderung menahan diri, menunggu rilis data ekonomi penting Indonesia dalam pekan ini sebelum melakukan keputusan besar. Penguatan rupiah secara teknis masih terbatas, karena tekanan dari sentimen global dan volatilitas pasar tetap menjadi faktor kunci.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya