Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Menguat di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Nilai tukar rupiah menguat 0,28% menjadi Rp17.713 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis, didorong ketegangan geopolitik AS-Iran yang memicu ketidakpastian pasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 11.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rupiah Menguat di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada awal perdagangan Kamis menunjukkan penguatan signifikan, bergerak ke level Rp17.713 per dolar AS, menguat 50 poin dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.763. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang memengaruhi sentimen pasar keuangan global.

Ketegangan memuncak setelah militer Iran melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat yang berlokasi di Kuwait, Bahrain, Yordania, dan Irak. Serangan tersebut menjadi respons atas serangan mematikan AS yang menargetkan sebuah acara pernikahan di wilayah Republik Islam. Aksi balasan ini memperburuk dinamika regional dan menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global.

Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) telah mengumumkan serangan balasan terhadap sasaran militer terkait Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) di Iran. Laporan media lokal Iran menyebutkan adanya ledakan di sejumlah lokasi strategis, termasuk Pulau Qeshm, Bandar Abbas, Sirik, Chabahar, dan Konarak. Kejadian tersebut memperkuat narasi ketidakpastian di kawasan, yang berdampak langsung pada pasar keuangan.

Kepala Ekonom Permata Bank menilai bahwa eskalasi konflik tersebut memperkuat skeptisisme terhadap prospek perdamaian, sehingga mendorong arus modal keluar dari aset berisiko. Dampaknya, harga minyak dunia mengalami kenaikan, yang turut memengaruhi pergerakan mata uang negara berkembang seperti rupiah. Dengan kondisi tersebut, proyeksi nilai tukar rupiah dalam sepekan ke depan diperkirakan berada dalam rentang Rp17.700 hingga Rp17.825 per dolar AS.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya