Rupiah Menguat di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Nilai tukar rupiah menguat 0,28% menjadi Rp17.713 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis, didorong ketegangan geopolitik AS-Iran yang memicu ketidakpastian pasar.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 11.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada awal perdagangan Kamis menunjukkan penguatan signifikan, bergerak ke level Rp17.713 per dolar AS, menguat 50 poin dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.763. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang memengaruhi sentimen pasar keuangan global.
Ketegangan memuncak setelah militer Iran melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat yang berlokasi di Kuwait, Bahrain, Yordania, dan Irak. Serangan tersebut menjadi respons atas serangan mematikan AS yang menargetkan sebuah acara pernikahan di wilayah Republik Islam. Aksi balasan ini memperburuk dinamika regional dan menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global.
Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) telah mengumumkan serangan balasan terhadap sasaran militer terkait Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) di Iran. Laporan media lokal Iran menyebutkan adanya ledakan di sejumlah lokasi strategis, termasuk Pulau Qeshm, Bandar Abbas, Sirik, Chabahar, dan Konarak. Kejadian tersebut memperkuat narasi ketidakpastian di kawasan, yang berdampak langsung pada pasar keuangan.
Kepala Ekonom Permata Bank menilai bahwa eskalasi konflik tersebut memperkuat skeptisisme terhadap prospek perdamaian, sehingga mendorong arus modal keluar dari aset berisiko. Dampaknya, harga minyak dunia mengalami kenaikan, yang turut memengaruhi pergerakan mata uang negara berkembang seperti rupiah. Dengan kondisi tersebut, proyeksi nilai tukar rupiah dalam sepekan ke depan diperkirakan berada dalam rentang Rp17.700 hingga Rp17.825 per dolar AS.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Partikel abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau barrier yang sudah rusak.
9 September 2026

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Penggunaan dua masker, terutama tipe bedah, dinilai bisa meningkatkan perlindungan dari abu vulkanik meski belum ada bukti ilmiah pasti.
9 September 2026

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Pemilik hewan peliharaan di lima provinsi terdampak harus segera lindungi anabul dari paparan abu vulkanik dengan langkah-langkah praktis dan preventif.
9 September 2026

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Langkah tepat saat terpapar abu vulkanik mencakup menjauh dari sumber, membersihkan tubuh dengan hati-hati, dan segera ke dokter jika gejala memburuk.
9 September 2026
Berita Lainnya

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Rabu, 9 September 2026, 07.33 WITA


