Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Menguat di Tengah Melemahnya Ekspektasi Suku Bunga AS

Nilai tukar rupiah menguat 0,47% menjadi Rp17.679 per dolar AS, didorong data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan dan pelemahan dolar global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 17.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rupiah Menguat di Tengah Melemahnya Ekspektasi Suku Bunga AS
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Rupiah mencatat penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Kamis, bergerak ke level Rp17.679 per dolar AS, naik 84 poin dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.763. Kenaikan ini menjadi cerminan dari pergeseran sentimen pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat, terutama menyusul data ketenagakerjaan sektor swasta yang menunjukkan pertumbuhan pekerjaan lebih rendah dari estimasi.

Menurut analis dari lembaga riset komoditas dan derivatif di Indonesia, penguatan rupiah dipengaruhi oleh data ADP Employment Change yang mencatat penambahan 38 ribu pekerja pada Agustus, jauh di bawah perkiraan 47 ribu dan lebih rendah dibandingkan lonjakan bulan sebelumnya sebesar 46 ribu. Angka tersebut mengurangi tekanan terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sehingga mendorong pelemahan dolar AS secara global.

Indeks Dolar AS (DXY) juga mengalami koreksi, bergerak di kisaran 99,27, memberikan ruang bagi mata uang emerging market termasuk rupiah untuk menguat. Di samping itu, harga minyak global yang mulai terkoreksi dari level tertinggi juga mengurangi tekanan inflasi dan ketegangan di pasar komoditas, memperkuat posisi rupiah.

Meskipun eskalasi ketegangan antara AS dan Iran masih menjadi risiko jangka panjang, dampaknya belum dominan terhadap pergerakan rupiah. Pasar lebih fokus pada perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS dan kondisi makroekonomi global yang memperkuat daya tarik aset lokal. Kurs JISDOR Bank Indonesia juga mencatat penguatan menjadi Rp17.689 per dolar AS, menunjukkan konsistensi pergerakan positif di seluruh sektor pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya