Rupiah Menguat di Tengah Melemahnya Ekspektasi Suku Bunga AS
Nilai tukar rupiah menguat 0,47% menjadi Rp17.679 per dolar AS, didorong data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan dan pelemahan dolar global.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 17.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Rupiah mencatat penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Kamis, bergerak ke level Rp17.679 per dolar AS, naik 84 poin dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.763. Kenaikan ini menjadi cerminan dari pergeseran sentimen pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat, terutama menyusul data ketenagakerjaan sektor swasta yang menunjukkan pertumbuhan pekerjaan lebih rendah dari estimasi.
Menurut analis dari lembaga riset komoditas dan derivatif di Indonesia, penguatan rupiah dipengaruhi oleh data ADP Employment Change yang mencatat penambahan 38 ribu pekerja pada Agustus, jauh di bawah perkiraan 47 ribu dan lebih rendah dibandingkan lonjakan bulan sebelumnya sebesar 46 ribu. Angka tersebut mengurangi tekanan terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sehingga mendorong pelemahan dolar AS secara global.
Indeks Dolar AS (DXY) juga mengalami koreksi, bergerak di kisaran 99,27, memberikan ruang bagi mata uang emerging market termasuk rupiah untuk menguat. Di samping itu, harga minyak global yang mulai terkoreksi dari level tertinggi juga mengurangi tekanan inflasi dan ketegangan di pasar komoditas, memperkuat posisi rupiah.
Meskipun eskalasi ketegangan antara AS dan Iran masih menjadi risiko jangka panjang, dampaknya belum dominan terhadap pergerakan rupiah. Pasar lebih fokus pada perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS dan kondisi makroekonomi global yang memperkuat daya tarik aset lokal. Kurs JISDOR Bank Indonesia juga mencatat penguatan menjadi Rp17.689 per dolar AS, menunjukkan konsistensi pergerakan positif di seluruh sektor pasar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

