Rupiah Stabil di Rp17.710 Meski DXY Menguat
Rupiah bertahan di level Rp17.710 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa, didukung kepastian kepemimpinan baru Bank Indonesia pasca-pengesahan Destry Damayanti sebagai Gubernur.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 16.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah menutup perdagangan hari ini pada posisi Rp17.710 per dolar AS, tidak berubah dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan mata uang nasional berlangsung stabil di kisaran Rp17.699 hingga Rp17.730 sepanjang sesi Asia, meski indeks dolar AS (DXY) menguat 0,16% menjadi 99,594 pada pukul 15.00 WIB. Kenaikan DXY terjadi setelah penguatan awal sebesar 0,04% pada pagi hari, menunjukkan tekanan global yang tetap mengintai.
Pengesahan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia oleh DPR pada Rapat Paripurna ke-4 masa persidangan I tahun sidang 2026–2027 menjadi faktor penopang stabilitas rupiah. Dalam proses yang dipimpin Ketua DPR Puan Maharani, keputusan disetujui secara bulat oleh seluruh anggota parlemen setelah hasil uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) dari Komisi XI disahkan. Selain Destry, dua pejabat lain—Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur—juga disahkan untuk periode 2026–2031.
Destry menegaskan komitmennya menjaga independensi BI sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah. Ia menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam menjaga stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi, likuiditas, dan nilai tukar. Upaya tersebut akan dilakukan melalui pengendalian inflasi bersama pemerintah pusat dan daerah, serta perluasan transaksi dalam mata uang lokal untuk meminimalkan ketergantungan pada dolar AS.
Di tengah tekanan eksternal, pasar tetap waspada terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve pada September. Data CME FedWatch menunjukkan peluang kenaikan naik dari 41% menjadi 65% dalam sepekan terakhir. Peningkatan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun ke level tertinggi sejak Januari 2025, serta kenaikan harga minyak Brent ke atas US$91 per barel akibat ketegangan di Teluk, meningkatkan daya tarik aset dolar dan menekan aliran modal ke negara berkembang.
Namun, sentimen domestik yang kuat dari kepastian kepemimpinan BI berhasil menahan pelemahan rupiah. Kejelasan arah kebijakan moneter dan komitmen menjaga mandat independensi menjadi faktor penyeimbang terhadap tekanan global. Hasilnya, rupiah mampu bertahan stagnan hingga akhir perdagangan, mencerminkan ketahanan pasar terhadap gejolak eksternal yang terus berlangsung.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

