Rupiah Terkoreksi Akibat Tekanan Dolar dan Imbal Hasil AS
Nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp17.763 per dolar AS, dipengaruhi penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury AS, di tengah ekspektasi kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 17.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan Rabu, bergerak ke level Rp17.763 per dolar AS, turun 19 poin atau 0,11 persen dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.744. Kondisi ini tercermin dari kurs JISDOR Bank Indonesia yang juga melemah menjadi Rp17.770 per dolar AS, menunjukkan tekanan terus berlanjut terhadap mata uang domestik.
Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS menjadi faktor utama penurunan rupiah. Menurut analis dari ICDX, kenaikan imbal hasil Treasury AS memperkuat daya tarik aset dolar, sehingga menarik aliran modal keluar dari aset negara berkembang seperti Indonesia. Ekspektasi kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat juga turut memperkuat dolar, memicu ketidakpastian pasar keuangan global.
Di sisi domestik, aktivitas sektor manufaktur menunjukkan tekanan berkelanjutan, dengan indeks PMI manufaktur Agustus berada di level 49,8—masih di zona kontraksi. Hal ini mengindikasikan penurunan aktivitas produksi, yang menjadi sentimen negatif terhadap rupiah. Sementara itu, inflasi bulanan meningkat menjadi 3,19 persen secara tahunan, naik dari 2,88 persen pada Juli, meski masih berada dalam target Bank Indonesia.
Namun, kinerja neraca perdagangan memberikan sedikit ruang optimisme. Pada Juli, surplus perdagangan mencapai sekitar 120 juta dolar AS, setelah sebelumnya defisit 450 juta dolar AS. Surplus ini berasal dari pertumbuhan ekspor sebesar 6,05 persen, meski tertinggal jauh dari pertumbuhan impor yang mencapai 27,02 persen. Dukungan devisa dari surplus ini tetap menjadi faktor pendukung, meski secara nilai relatif terbatas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Partikel abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau barrier yang sudah rusak.
9 September 2026

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Penggunaan dua masker, terutama tipe bedah, dinilai bisa meningkatkan perlindungan dari abu vulkanik meski belum ada bukti ilmiah pasti.
9 September 2026

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Pemilik hewan peliharaan di lima provinsi terdampak harus segera lindungi anabul dari paparan abu vulkanik dengan langkah-langkah praktis dan preventif.
9 September 2026

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Langkah tepat saat terpapar abu vulkanik mencakup menjauh dari sumber, membersihkan tubuh dengan hati-hati, dan segera ke dokter jika gejala memburuk.
9 September 2026
Berita Lainnya

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Rabu, 9 September 2026, 07.33 WITA


