Ruth Sahanaya Jalani Produksi Mandiri, Tabungan Jadi Modal Utama
Penyanyi senior Ruth Sahanaya menghadapi tantangan finansial saat memproduksi EP terbarunya secara mandiri melalui label pribadinya.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 12.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Ruth Sahanaya, yang dikenal sebagai salah satu ikon musik Tanah Air, kini memilih jalur independen dalam merilis karya terbarunya. EP berjudul *Merindu* menjadi bukti nyata dari komitmen sang seniman untuk menjaga keaslian kreatif tanpa bergantung pada label besar. Proses produksi yang sebelumnya ditanggung pihak ketiga kini sepenuhnya dikelola oleh Roots Sahanaya Production, label miliknya sendiri, dengan semua keputusan finansial diambil secara langsung.
Dalam wawancara eksklusif, ia mengungkapkan bahwa keputusan tersebut bukan tanpa tantangan. “Perbedaannya sangat terasa—struggle-nya jauh lebih besar. Kali ini, semua biaya berasal dari kami sendiri, dari saku pribadi. Bahkan harus menabung dalam waktu cukup lama,” ujarnya dengan tegas. Ia menyadari bahwa menghasilkan karya musik berkualitas tidak hanya soal bakat, tetapi juga investasi finansial yang signifikan.
Proses ini mengajarkan Ruth Sahanaya nilai-nilai baru dalam dunia kreatif. Ia kini lebih cermat dalam merencanakan anggaran, dari rekaman hingga penerbitan. “Saya baru benar-benar paham betapa besar biaya yang dibutuhkan setelah menjalani sendiri. Awalnya kira-kira, ternyata jumlahnya jauh lebih besar dari perkiraan,” ungkapnya, menggambarkan realitas produksi musik yang tak selalu tercermin dari hasil akhir yang disaksikan publik.
Dengan EP *Merindu* sebagai bentuk perjuangan, Ruth Sahanaya menegaskan bahwa independensi bukan sekadar pilihan, tapi juga bentuk tanggung jawab terhadap karya yang dihasilkan. Ia berharap karya ini bisa menjadi inspirasi bagi para seniman muda yang ingin membangun karier tanpa bergantung pada sistem tradisional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Anggota BPK RI Fathan Subchi meninggal dunia pada Minggu (25/10) di usia 56 tahun, meninggalkan jejak panjang dalam politik, keuangan negara, dan organisasi keislaman.
25 Oktober 2026

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Presiden Prabowo menegaskan ketahanan ekonomi nasional meski menghadapi tekanan dari MSCI, dengan menekankan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika pasar global.
25 Oktober 2026

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Program binaan Pertamina membantu UMKM tumbuh secara ekonomi sekaligus menciptakan dampak sosial luas melalui pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, dan pelestarian budaya lokal.
25 Oktober 2026

Pemprov Kaltim Dorong Literasi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur gencar tingkatkan literasi dan inklusi keuangan demi akses layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Shin Tae-yong Dorong Sistem Pembinaan Sepak Bola Berkelanjutan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Laswi Heritage Run 2026 Sukses Gagas Gelora Olahraga di Tengah Warisan Kolonial
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

