Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Saham Perbankan Pimpin Penguatan IHSG ke Level 6.600

Indeks saham domestik melonjak 1,14% ke 6.599,94 didorong kenaikan saham perbankan besar dan aliran modal asing, sementara emiten lain catat progres strategis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 10.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Saham Perbankan Pimpin Penguatan IHSG ke Level 6.600
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Selasa (1/9) dengan penguatan signifikan sebesar 1,14%, berakhir di level 6.599,94. Kenaikan ini didukung dominasi saham emiten perbankan, terutama BBRI yang naik 4,00%, BBCA menguat 1,93%, serta BMRI yang bertambah 2,13%. Di sisi lain, beberapa emiten seperti DCII turun 3,95%, EMAS melemah 8,33%, dan BRMS terkoreksi 2,67%.

Aliran modal asing menjadi pendorong utama kenaikan pasar, dengan catatan net buy sebesar Rp1,76 triliun di pasar reguler dan Rp2,03 triliun secara keseluruhan. Dari sisi sektoral, sembilan dari 11 sektor menguat, dengan Industrials menjadi yang paling kuat dengan kenaikan 3,71%. Sementara itu, sektor Basic Materials menjadi satu-satunya yang turun, mencatat penurunan 0,56%.

Pergerakan pasar domestik terjadi di tengah pelemahan bursa Amerika Serikat, di mana Dow Jones turun 0,79%, S&P 500 melemah 0,71%, dan Nasdaq terkoreksi 1,03%. Di tengah kondisi global yang menekan, kenaikan IHSG tetap terjaga berkat kontribusi saham-saham kapital besar. BBRI, BBCA, dan BMRI menjadi pendorong utama dengan kontribusi bobot masing-masing 18,97%, 11,03%, dan 7,35%. ETF EIDO dan MSCI Indonesia juga menguat, masing-masing 1,57% dan 2,08%.

Di tingkat emiten, Chandra Asri Pacific (TPIA) melalui anak usahanya, PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPN), resmi membuka akses terminal umum bagi pengguna eksternal setelah mendapatkan izin operasional dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Fasilitas di Cilegon, Banten, terdiri dari tiga dermaga dengan kapasitas 80.000 DWT (Dermaga A), 6.000 DWT (Dermaga B), dan 10.000 DWT (Dermaga C). Terminal ini mendukung bongkar muat produk kimia dan petroleum cair seperti naphtha, LPG, propylene, ethylene, dan PFO, serta terintegrasi dengan tank farm berkapasitas 501.606 meter kubik.

Pertumbuhan kinerja juga dicatat Metropolitan Kentjana (MKPI), pengelola Pondok Indah Mall, yang membukukan pendapatan Rp1,36 triliun pada semester pertama 2026, naik dari Rp1,20 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih mencapai Rp594,38 miliar, meningkat dari Rp480,12 miliar. Pendapatan sewa menjadi kontributor utama dengan nilai Rp1,04 triliun, sebagian besar berasal dari segmen mal yang menyumbang 75%. Proyek PIM 5 yang akan beroperasi April 2026 menjadi kunci pertumbuhan ke depan, meski tingkat okupansi masih dalam proses peningkatan.

Sementara itu, Cakra Buana Resources Energi (CBRE) merencanakan rights issue dengan rasio 100:260, menghasilkan maksimal 11,80 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp25 per saham. Dana hasil aksi korporasi bisa mencapai Rp1,27 triliun, dengan sekitar Rp858,60 miliar digunakan untuk mengonversi utang ke modal disetor. Sisa dana akan digunakan untuk modal kerja. Pemegang saham lama yang tidak menggunakan haknya berisiko mengalami dilusi hingga 72,22%. Pelaksanaan HMETD dijadwalkan pada 6–12 November 2026.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya