Saham Perbankan Pimpin Penguatan IHSG ke Level 6.600
Indeks saham domestik melonjak 1,14% ke 6.599,94 didorong kenaikan saham perbankan besar dan aliran modal asing, sementara emiten lain catat progres strategis.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 10.27 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 11x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Selasa (1/9) dengan penguatan signifikan sebesar 1,14%, berakhir di level 6.599,94. Kenaikan ini didukung dominasi saham emiten perbankan, terutama BBRI yang naik 4,00%, BBCA menguat 1,93%, serta BMRI yang bertambah 2,13%. Di sisi lain, beberapa emiten seperti DCII turun 3,95%, EMAS melemah 8,33%, dan BRMS terkoreksi 2,67%.
Aliran modal asing menjadi pendorong utama kenaikan pasar, dengan catatan net buy sebesar Rp1,76 triliun di pasar reguler dan Rp2,03 triliun secara keseluruhan. Dari sisi sektoral, sembilan dari 11 sektor menguat, dengan Industrials menjadi yang paling kuat dengan kenaikan 3,71%. Sementara itu, sektor Basic Materials menjadi satu-satunya yang turun, mencatat penurunan 0,56%.
Pergerakan pasar domestik terjadi di tengah pelemahan bursa Amerika Serikat, di mana Dow Jones turun 0,79%, S&P 500 melemah 0,71%, dan Nasdaq terkoreksi 1,03%. Di tengah kondisi global yang menekan, kenaikan IHSG tetap terjaga berkat kontribusi saham-saham kapital besar. BBRI, BBCA, dan BMRI menjadi pendorong utama dengan kontribusi bobot masing-masing 18,97%, 11,03%, dan 7,35%. ETF EIDO dan MSCI Indonesia juga menguat, masing-masing 1,57% dan 2,08%.
Di tingkat emiten, Chandra Asri Pacific (TPIA) melalui anak usahanya, PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPN), resmi membuka akses terminal umum bagi pengguna eksternal setelah mendapatkan izin operasional dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Fasilitas di Cilegon, Banten, terdiri dari tiga dermaga dengan kapasitas 80.000 DWT (Dermaga A), 6.000 DWT (Dermaga B), dan 10.000 DWT (Dermaga C). Terminal ini mendukung bongkar muat produk kimia dan petroleum cair seperti naphtha, LPG, propylene, ethylene, dan PFO, serta terintegrasi dengan tank farm berkapasitas 501.606 meter kubik.
Pertumbuhan kinerja juga dicatat Metropolitan Kentjana (MKPI), pengelola Pondok Indah Mall, yang membukukan pendapatan Rp1,36 triliun pada semester pertama 2026, naik dari Rp1,20 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih mencapai Rp594,38 miliar, meningkat dari Rp480,12 miliar. Pendapatan sewa menjadi kontributor utama dengan nilai Rp1,04 triliun, sebagian besar berasal dari segmen mal yang menyumbang 75%. Proyek PIM 5 yang akan beroperasi April 2026 menjadi kunci pertumbuhan ke depan, meski tingkat okupansi masih dalam proses peningkatan.
Sementara itu, Cakra Buana Resources Energi (CBRE) merencanakan rights issue dengan rasio 100:260, menghasilkan maksimal 11,80 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp25 per saham. Dana hasil aksi korporasi bisa mencapai Rp1,27 triliun, dengan sekitar Rp858,60 miliar digunakan untuk mengonversi utang ke modal disetor. Sisa dana akan digunakan untuk modal kerja. Pemegang saham lama yang tidak menggunakan haknya berisiko mengalami dilusi hingga 72,22%. Pelaksanaan HMETD dijadwalkan pada 6–12 November 2026.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Harga emas batangan Antam turun Rp10 ribu menjadi Rp2,540 juta per gram pada perdagangan Jumat, 23 Oktober.
24 Oktober 2026

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Investor global mendesak MSCI menjelaskan alasan ancaman penurunan kasta pasar modal Indonesia, menekankan perlunya transparansi dan penindakan nyata terhadap manipulasi pasar.
24 Oktober 2026

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik sejumlah pejabat tinggi di Kemenkeu, termasuk pengganti sekretaris jenderal yang sebelumnya dijabat Robert Leonard Marbun.
24 Oktober 2026

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Pemerintah mempercepat program E50 sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan impor bensin dalam lima tahun ke depan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

Transmart Gelar Full Day Sale, Diskon Elektronik Hingga Jutaan Rupiah
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

BI Siapkan Insentif Kredit untuk Sektor Baru Prioritas
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

