Sarawak Catat Kualitas Udara Berbahaya Akibat Kabut Asap
Sejumlah wilayah di Sarawak mencatat indeks polutan udara melebihi 301, dengan Serian mencapai 476, akibat pembakaran terbuka dan kondisi iklim kering akibat El Nino.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 19.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kualitas udara di sejumlah wilayah di Negara Bagian Sarawak, bagian utara Pulau Kalimantan, mengalami penurunan parah pada Senin (31/8), dengan Indeks Polutan Udara (API) melampaui ambang batas berbahaya sebesar 301. Data dari Sistem Manajemen Indeks Polutan Udara (APIMS) menunjukkan bahwa Serian, ibu kota Divisi Serian, menjadi wilayah paling terdampak dengan nilai API mencapai 476, melampaui tingkat kritis. Wilayah lain yang juga terkena dampak signifikan antara lain Lubok Antu dengan angka 367, Lundu dengan 349, serta Sri Aman yang mencatat 326.
Kategori kualitas udara berdasarkan standar Malaysia menetapkan bahwa nilai API di atas 301 diklasifikasikan sebagai "berbahaya", berpotensi menimbulkan risiko serius bagi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia, anak-anak, dan penderita penyakit pernapasan. Angka-angka tersebut menandai kondisi darurat lingkungan yang memerlukan respons segera dari pihak berwenang.
Kementerian Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Malaysia menyatakan bahwa penyebab utama kabut asap meluas adalah kombinasi dari cuaca panas dan kering yang berkepanjangan, kondisi yang diperparah oleh fenomena El Nino. Selain itu, curah hujan yang jauh di bawah rata-rata serta aktivitas pembakaran terbuka yang meluas, baik di dalam negeri maupun lintas perbatasan, turut berkontribusi terhadap penyebaran asap.
Upaya mitigasi sedang diprioritaskan, termasuk peningkatan pemantauan dan koordinasi antar wilayah untuk menekan sumber emisi. Masyarakat di daerah terdampak dianjurkan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker pelindung. Kementerian juga menegaskan pentingnya pencegahan jangka panjang melalui pengelolaan lahan yang berkelanjutan dan pemberlakuan aturan ketat terhadap praktik pembakaran.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Tim Jibom Brimob Polda Babel melakukan sterilisasi lokasi ledakan di penampungan besi tua di Belitung untuk memastikan tidak ada ancaman susulan dan mengungkap penyebab kejadian.
25 Oktober 2026

Houthi Lancarkan Serangan Berulang ke Kota Suci, Pemimpin Masjidil Haram Kecam Keras
Sheikh Abdulrahman Al-Sudais mengecam keras serangan rudal dan drone Houthi terhadap Makkah dan Madinah, menyatakan pelanggaran terhadap kesucian tempat suci dan norma kemanusiaan internasional.
25 Oktober 2026

NASA Soroti Lonjakan Kebakaran di Papua dan Kalimantan
NASA mencatat kebakaran hutan dan lahan di Papua serta Kalimantan mencapai level tertinggi sepanjang 2026, didorong El Niño dan aktivitas manusia, dengan emisi karbon melampaui rekor sebelumnya.
25 Oktober 2026

Lula dan Bolsonaro Tutup Kampanye di Pantai Rio
Dua tokoh politik utama Brasil, Lula dan Flavio Bolsonaro, menutup kampanye pemilu dengan massa besar di kawasan pantai Rio de Janeiro, menyusul debat terakhir yang memperuncing persaingan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA

