Satgas Cartenz Hancurkan Markas KKB di Intan Jaya
Operasi di hutan perbatasan Intan Jaya berhasil menggagalkan persembunyian KKB dan memusnahkan struktur tersembunyi yang digunakan sebagai basis aktivitas ilegal.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.19 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 115x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz berhasil menemukan dan menghancurkan struktur persembunyian milisi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah hutan perbatasan Kampung Kulindigi dan Kampung Bulage, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Penemuan ini dilakukan dalam operasi yang berlangsung pada Sabtu (17/10), dengan fokus pada pemantauan dan pengintaian terhadap aktivitas ilegal yang dilaporkan mengancam keamanan wilayah. Lokasi tersebut bersembunyi di tengah hutan lebat, dengan desain yang disesuaikan secara alami dengan lingkungan sekitar.
Bangunan yang ditemukan berupa honai dengan konstruksi yang menyatu dengan alam, memanfaatkan pepohonan, tumbuhan, dan tanah untuk menyamarkan bentuk fisiknya. Bentuknya menyerupai bunker yang sulit terdeteksi dari udara maupun pengawasan darat. Kombes Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, menyatakan bahwa struktur ini merupakan pusat operasional KKB wilayah Kodap VIII Soanggama, yang diketahui bergerak secara terkoordinasi dan berpotensi melancarkan aksi kekerasan.
Dalam penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti penting, termasuk 559 selongsong peluru kaliber 5,56 mm, dua set senapan dalam kondisi terurai, serta komponen senapan seperti popor dan laras. Selain itu, ditemukan satu bendera Bintang Kejora, satu pisau karambit, dan berbagai dokumen organisasi milisi, termasuk laporan TPNPB Kodap XIX Kemabu Intan Jaya yang ditujukan kepada Batalyon Uwia, serta catatan transaksi jual beli amunisi dan buku catatan berstempel TPNPB Batalyon Bula Kompi Senapan A Tanah Merah.
Untuk mencegah penggunaan kembali, lokasi persembunyian tersebut secara resmi dimusnahkan oleh petugas. Seluruh barang bukti telah dikumpulkan dan akan menjadi bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut guna menelusuri asal-usul amunisi dan keterkaitan dengan dugaan tindak pidana. Langkah ini menunjukkan komitmen operasi untuk memutus rantai aktivitas ilegal dan menekan penyebaran kekerasan di wilayah Papua Tengah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hakim Batalkan Vonis Kartel Bunga, AFPI Soroti Kepatuhan Regulator
Putusan pengadilan membatalkan dakwaan kartel bunga terhadap platform pinjaman daring, dengan menilai kepatuhan terhadap arahan OJK sebagai dasar operasional yang sah.
24 Oktober 2026

Vila Eks Hitler di Alpen Terbakar, Satu Tersangka Ditahan
Sebuah bangunan bersejarah milik Adolf Hitler di pegunungan Alpen terbakar, dengan satu orang ditangkap dan penyelidikan masih berlangsung.
24 Oktober 2026

Unjuk Rasa Massal Guncang Prancis, 135 Orang Ditangkap
Aksi protes besar-besaran di berbagai kota Prancis menewaskan 135 orang ditangkap, menyusul kemarahan sosial terhadap kebijakan pemerintah dan aksi kongres partai sayap kanan.
24 Oktober 2026

Pimpinan CTIF di Singapura Tekankan Kolaborasi Intelijen Anti-Terorisme
Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin rapat CTIF Council di Singapura, perkuat sinergi intelijen sembilan negara hadapi ancaman terorisme sekaligus peringati lima tahun berdirinya fasilitas kolaborasi tersebut.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

LCGC Mulai Tergerus, Industri Tawarkan Solusi Hybrid
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

BYAN Buka Suara Soal Transaksi Saham ke Jhonlin Baratama
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

BRI Perkuat Nilai Saham Lewat Buyback Rp1 Triliun
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Wall Street Picu Pelemahan Bursa Asia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

IHSG Melonjak, Saham BBRI dan AMMN Pimpin Penguatan Pasar
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

IHSG Awal Perdagangan Naik 0,18% ke 5.397
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

Rupiah Melemah Tipis di Awal Pekan, Tekanan Global Masih Menghantui
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

