Satgas PKH Kuasai 111,71 Hektare Tambang Ilegal Dekat IKN
Satgas PKH menguasai kembali 111,71 hektare kawasan hutan di Kutai Kartanegara yang digunakan untuk tambang batu bara ilegal tanpa izin, berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.18 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) berhasil mengambil alih kembali areal seluas 111,71 hektare di kawasan hutan konservasi Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang sebelumnya dimanfaatkan oleh PT Singlurus Pratama untuk aktivitas pertambangan batu bara tanpa izin. Penguasaan dilakukan setelah tim gabungan melakukan verifikasi lapangan dan pemeriksaan dokumen yang menyatakan tidak adanya izin penggunaan kawasan hutan (PPKH).
Penandatanganan penguasaan dilakukan secara resmi pada Senin, 31 Agustus, dengan pemasangan plang sebagai tanda penyerahan kembali kawasan kepada negara. Hasil audit menunjukkan bahwa sekitar 101,44 hektare dari total areal terdampak berpotensi dikenai denda administratif akibat pelanggaran peraturan perizinan. Berdasarkan perhitungan, total denda yang dapat dikenakan terhadap perusahaan mencapai Rp147,31 miliar.
Sementara itu, PT Singlurus Pratama telah membayar sebagian denda sebesar Rp25 miliar, meskipun proses penagihan tetap berjalan sesuai ketentuan hukum. Kepala Pelaksana Satgas PKH, Kuntadi, menegaskan bahwa tindakan ini bukan sekadar penegakan hukum semata, tetapi langkah strategis untuk menjaga kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara dari aktivitas ilegal yang merusak ekosistem dan mengancam keberlanjutan pembangunan nasional.
Kuntadi menegaskan bahwa penertiban ini hanya permulaan dari serangkaian upaya berkelanjutan untuk membersihkan kawasan hutan dari aktivitas ilegal, baik pertambangan maupun perkebunan. Satgas PKH berkomitmen menindak tegas setiap pelanggaran tanpa memandang siapa pun, demi menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi keuangan negara dari kerugian akibat eksploitasi ilegal.
Penguasaan kembali kawasan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak akan memberi ruang bagi pelanggaran hukum di kawasan strategis, terutama di wilayah yang menjadi fokus pembangunan nasional. Upaya ini juga menjadi peringatan bagi pelaku usaha lain untuk mematuhi regulasi dan memilih jalur legal dalam menjalankan kegiatan ekonomi di kawasan hutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

John Wick 4 Tayang Malam Ini di Bioskop Trans TV
Film aksi legendaris John Wick: Chapter 4 tayang malam ini pukul 20.00 WIB di Bioskop Trans TV dengan sinopsis lengkap dan narasi penuh ketegangan.
9 September 2026

Cerai Audi dan Anthony: Tak Ada Orang Ketiga, Fokus pada Kepentingan Anak
Pengacara Anthony Xie tegaskan perceraian tanpa isu perselingkuhan, didasarkan pada ketidakcocokan prinsip, dengan kesepakatan harta dihibahkan untuk anak dan nafkah sepenuhnya dari pihak laki-laki.
9 September 2026

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Aktivitas pengambilan gambar dan syuting di kawasan Gunung Bromo ditangguhkan sementara demi mencegah kebakaran lahan akibat musim kemarau ekstrem.
9 September 2026

Eks Ketua DPR Filipina Ditangkap Terkait Skandal Korupsi Rp2,1 Triliun
Mantan Ketua DPR Filipina, sepupu presiden, ditangkap karena dugaan korupsi proyek infrastruktur senilai 7,44 miliar peso (Rp2,1 triliun) selama periode 2022–2025.
9 September 2026
Berita Lainnya

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Rabu, 9 September 2026, 15.45 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


