Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melemah 0,58% di Sesi Pertama, Tekanan dari Sektor Keuangan

Indeks Harga Saham Gabungan turun 38,95 poin ke level 6.647,49 pada sesi pertama perdagangan Rabu (9/9/2026), dipengaruhi koreksi sektor keuangan dan sentimen geopolitik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 15.33 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
IHSG Melemah 0,58% di Sesi Pertama, Tekanan dari Sektor Keuangan
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada sesi pertama perdagangan hari ini, menutup sesi di level 6.647,49 setelah sempat bergerak menguat pada pembukaan. Penurunan sebesar 0,58% atau 38,95 poin terjadi di tengah tekanan dari sejumlah emiten besar, terutama di sektor keuangan dan konsumer. Selama perdagangan intraday, IHSG sempat menyentuh level tertinggi sementara di 6.707,30 dan terendah 6.642,15, menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi.

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 268 menguat, 355 melemah, dan 168 stagnan, mencerminkan dominasi sentimen negatif. Volume perdagangan mencapai 21,61 miliar saham dengan frekuensi transaksi 1,3 juta kali dan nilai transaksi mencapai Rp8,32 triliun. Sebagian besar sektor mengalami koreksi, dengan sektor keuangan, kesehatan, dan konsumer non primer menjadi yang paling terdampak. Bank Central Asia (BBCA) menjadi pemberat utama, menyumbang penurunan sebesar 14 poin terhadap indeks, disusul oleh Bayan Resources (BYAN) yang juga berkontribusi terhadap koreksi.

Sentimen pasar dipengaruhi oleh dinamika geopolitik, khususnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Laporan serangan kedua Iran terhadap kapal Angkatan Laut AS yang belum terungkap sebelumnya memicu lonjakan harga minyak mentah. Brent sempat menembus US$99 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menyentuh US$94 per barel, mengerek kekhawatiran terhadap inflasi global dan kebijakan moneter bank sentral AS.

Pergerakan pasar Asia-Pasifik beragam, dengan Nikkei 225 melemah 0,23% dan Topix turun 0,35%, sementara Kospi Korea Selatan menguat 0,36%. S&P/ASX 200 Australia juga menguat tipis. Di AS, pasar sempat terkoreksi setelah libur panjang, dengan Dow Jones anjlok 1,2%, S&P 500 turun 0,6%, dan Nasdaq melemah 0,3%. Investor kini menanti data inflasi China dan keyakinan konsumen Indonesia sebagai petunjuk bagi arah pergerakan rupiah, yuan, dan komoditas regional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya