Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sayur Segar Tapi Tak Wajar? Ini Tanda dan Pencegahannya

Ahli toksikologi memaparkan cara mendeteksi sayur berformalin melalui aroma, tekstur, dan metode pengolahan yang aman untuk hindari risiko kesehatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 17.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Sayur Segar Tapi Tak Wajar? Ini Tanda dan Pencegahannya
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kekhawatiran terhadap penggunaan formaldehida pada sayur segar kembali mencuat setelah dugaan penyalahgunaan bahan pengawet di wilayah Zhangjiakou, Tiongkok. Sayur sawi yang ditemukan tetap tampak segar meski telah disimpan lama menjadi sorotan, menimbulkan kecurigaan adanya formaldehida yang ditambahkan secara ilegal. Padahal, penggunaan zat kimia semacam ini pada produk makanan segar seperti sawi dan pakcoy dilarang keras karena berpotensi menimbulkan bahaya serius bagi konsumen.

Ahli toksikologi dari RS Memorial Chang Gung, Taipei, Yen Tsung-hai, menekankan bahwa kesegaran yang berlebihan bukanlah indikator pasti adanya bahan pengawet. Faktor seperti kadar air rendah, penyimpanan dalam kemasan kedap udara, serta suhu yang terjaga juga mampu memperpanjang masa simpan sayuran tanpa melibatkan zat berbahaya. Namun, formaldehida yang masuk ke tubuh melalui konsumsi makanan dapat menyebabkan iritasi saluran pencernaan, mual, muntah, dan nyeri perut. Paparan jangka panjang telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker nasofaring dan leukemia.

Untuk mengenali sayur yang mungkin mengandung formaldehida, Tsung-hai menyarankan konsumen melakukan pemeriksaan sederhana sebelum membeli. Cium aroma sayuran: jika terasa menyengat atau tidak alami, itu bisa jadi tanda bahaya. Periksa juga permukaan potongan—sayuran alami cenderung menguning seiring waktu akibat oksidasi, sementara potongan yang terlalu putih dan halus bisa jadi hasil proses kimia. Selain itu, perhatikan tekstur bagian dalam; jika tampak sempurna dari luar namun lunak atau busuk di dalam, perlu dicurigai.

Dalam pengolahan, penting untuk mencuci sayuran secara menyeluruh di bawah air mengalir, memisahkan daun satu per satu agar kotoran terlepas. Rendam dalam air selama sekitar 40 menit untuk membantu mengurangi residu zat kimia. Saat memasak, biarkan panci terbuka agar zat volatil seperti formaldehida dapat menguap. Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan penderita gangguan hati disarankan lebih waspada. Meski tubuh memiliki mekanisme detoksifikasi melalui ginjal dan pernapasan, tidak ada penawar khusus untuk paparan formaldehida, sehingga pencegahan tetap menjadi langkah utama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya