Sayur Segar Tapi Tak Wajar? Ini Tanda dan Pencegahannya
Ahli toksikologi memaparkan cara mendeteksi sayur berformalin melalui aroma, tekstur, dan metode pengolahan yang aman untuk hindari risiko kesehatan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 17.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kekhawatiran terhadap penggunaan formaldehida pada sayur segar kembali mencuat setelah dugaan penyalahgunaan bahan pengawet di wilayah Zhangjiakou, Tiongkok. Sayur sawi yang ditemukan tetap tampak segar meski telah disimpan lama menjadi sorotan, menimbulkan kecurigaan adanya formaldehida yang ditambahkan secara ilegal. Padahal, penggunaan zat kimia semacam ini pada produk makanan segar seperti sawi dan pakcoy dilarang keras karena berpotensi menimbulkan bahaya serius bagi konsumen.
Ahli toksikologi dari RS Memorial Chang Gung, Taipei, Yen Tsung-hai, menekankan bahwa kesegaran yang berlebihan bukanlah indikator pasti adanya bahan pengawet. Faktor seperti kadar air rendah, penyimpanan dalam kemasan kedap udara, serta suhu yang terjaga juga mampu memperpanjang masa simpan sayuran tanpa melibatkan zat berbahaya. Namun, formaldehida yang masuk ke tubuh melalui konsumsi makanan dapat menyebabkan iritasi saluran pencernaan, mual, muntah, dan nyeri perut. Paparan jangka panjang telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker nasofaring dan leukemia.
Untuk mengenali sayur yang mungkin mengandung formaldehida, Tsung-hai menyarankan konsumen melakukan pemeriksaan sederhana sebelum membeli. Cium aroma sayuran: jika terasa menyengat atau tidak alami, itu bisa jadi tanda bahaya. Periksa juga permukaan potongan—sayuran alami cenderung menguning seiring waktu akibat oksidasi, sementara potongan yang terlalu putih dan halus bisa jadi hasil proses kimia. Selain itu, perhatikan tekstur bagian dalam; jika tampak sempurna dari luar namun lunak atau busuk di dalam, perlu dicurigai.
Dalam pengolahan, penting untuk mencuci sayuran secara menyeluruh di bawah air mengalir, memisahkan daun satu per satu agar kotoran terlepas. Rendam dalam air selama sekitar 40 menit untuk membantu mengurangi residu zat kimia. Saat memasak, biarkan panci terbuka agar zat volatil seperti formaldehida dapat menguap. Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan penderita gangguan hati disarankan lebih waspada. Meski tubuh memiliki mekanisme detoksifikasi melalui ginjal dan pernapasan, tidak ada penawar khusus untuk paparan formaldehida, sehingga pencegahan tetap menjadi langkah utama.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


