Seni Henna dan Batik Indonesia Menyapa Pengunjung Shanghai
Pameran budaya di Shanghai menampilkan henna alami dan batik sebagai wajah kekayaan budaya Indonesia yang kini diminati generasi muda China.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 19.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Di tengah gemerlap kota metropolitan Shanghai, sebuah pameran budaya berjudul "Spirit of Indonesia 2026: An Odyssey through the Island of Opportunity" berhasil menarik perhatian publik dengan kehadiran seni henna tradisional dan batik asli dari Indonesia. Acara yang berlangsung pada Sabtu (29/8) menjadi ajang pertukaran budaya yang mendalam, di mana seni rakyat Indonesia tampil sebagai simbol keberagaman dan kekayaan narasi keindahan yang tak lekang oleh waktu. Pengunjung dari berbagai latar belakang, terutama kalangan muda, terpukau oleh detail motif dan nilai budaya yang terkandung dalam setiap karya.
Salah satu stan yang paling ramai adalah "Caryn Henna Art", tempat seorang seniman Indonesia, Caryn, memperagakan teknik melukis henna menggunakan alat berbentuk kerucut dan bahan pewarna alami dari tumbuhan. Dengan kepiawaian tinggi, ia menciptakan desain rumit di kulit tangan seorang perempuan muda asal China. Caryn, yang pernah menempuh studi di Universitas Donghua, memilih tinggal di Shanghai setelah lulus demi mengembangkan karyanya. Ia menyampaikan bahwa awalnya banyak yang tidak mengenal henna sebagai bagian dari budaya Indonesia, namun kini karya-karyanya telah menjadi tren di kalangan konsumen lokal, terutama setelah dimodifikasi dengan sentuhan estetika Timur.
Di sisi lain, stan yang menampilkan batik tradisional Indonesia juga menjadi sorotan utama. Poppy, perajin yang mengenakan busana tradisional, dengan antusias menjelaskan makna di balik setiap motif dan proses pembuatan kain yang memakan waktu berbulan-bulan. Banyak pengunjung China yang tertarik, bahkan meminta panduan bagaimana memadukan batik dengan gaya busana modern sehari-hari. Keterkejutan dan kegembiraan terpancar dari Poppy saat menyadari bahwa tekstil asli Indonesia kini tidak hanya dihargai, tetapi juga menjadi bagian dari tren fesyen di Shanghai.
Konsul Jenderal RI di Shanghai, Berlianto Situngkir, menekankan bahwa pameran ini bukan sekadar promosi budaya, melainkan bentuk kolaborasi emosional antarbangsa. Ia menyatakan bahwa frasa "Island of Opportunity" dalam tema acara mencerminkan potensi luas Indonesia tidak hanya dalam bidang ekonomi, tetapi juga dalam kerja sama kreatif dan budaya. Menurutnya, seni seperti henna dan batik bukan sekadar produk, tetapi jembatan yang membawa kehangatan dan pengertian bersama antara dua masyarakat.
Dengan antusiasme yang tinggi dari konsumen China terhadap kerajinan tangan bernilai budaya tinggi, Indonesia kembali menunjukkan bahwa kekayaan budayanya jauh melampaui destinasi wisata. Melalui seni yang hidup dan autentik, generasi muda kedua negara kini dapat menemukan kesamaan, memahami nilai-nilai lokal, dan membangun hubungan yang lebih dalam. Karya-karya ini bukan hanya keindahan visual, tetapi juga narasi kolektif yang terus mengalir dari masa ke masa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


