Serangan Udara AS-Saudi Tujukan pada Fasilitas Pro-Iran di Irak
AS dan Arab Saudi lakukan serangan presisi di Irak pada 28 Juli 2026 terhadap fasilitas kelompok pro-Iran sebagai respons atas serangan drone terhadap infrastruktur energi Saudi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.59 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Pada 28 Juli 2026, Komando Pusat militer Amerika Serikat (CENTCOM) dan Angkatan Bersenjata Arab Saudi melancarkan operasi udara terkoordinasi di wilayah Irak bagian timur. Serangan tersebut menargetkan fasilitas logistik dan persenjataan milik kelompok yang didukung Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, yang diklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan AS dan instalasi energi Arab Saudi. Operasi ini dilakukan sebagai respons terhadap lebih dari 30 serangan drone yang dilancarkan dalam jangka waktu 72 jam sebelumnya.
CENTCOM menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan bentuk respons militer terhadap ancaman yang terus meningkat, dengan lebih dari 600 upaya serangan terhadap warga dan fasilitas AS dilaporkan terjadi antara bulan Februari hingga April 2026. Pihak AS menekankan bahwa serangan ini dilakukan secara presisi dan hanya menargetkan fasilitas terkait aktivitas militer, bukan wilayah sipil. Tindakan ini juga dianggap sebagai upaya mencegah eskalasi lebih lanjut, dengan imbauan kepada IRGC dan kelompok proksinya untuk menghentikan aksi agresif.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi secara terpisah mengonfirmasi bahwa operasi bersama dengan AS dilakukan berdasarkan hak membela diri sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB. Serangan tersebut dinilai sebagai respons langsung terhadap serangan dari Irak yang menargetkan fasilitas minyak di wilayah kerajaan. Pihak Saudi menegaskan bahwa mereka tidak mencari eskalasi, tetapi tetap siap merespons setiap bentuk agresi yang mengancam keamanan nasional.
Beberapa wilayah di Irak, termasuk Basra dan Provinsi Wasit, melaporkan terjadinya ledakan besar akibat serangan udara. Markas Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) di Basra menjadi salah satu sasaran, dengan serangan terjadi pada pukul 02.00 waktu setempat. PMF menyatakan bahwa serangan tersebut menyebabkan korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan pada bangunan dan properti resmi milik mereka. Kelompok ini menilai aksi tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan Irak dan serangan terhadap institusi keamanan resmi.
Saat ini, otoritas Irak sedang memantau situasi secara ketat dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jumlah korban serta tingkat kerusakan yang ditimbulkan. Meski tidak menyebutkan nama media, pernyataan dari pihak berwenang Irak menegaskan bahwa semua aktivitas militer yang terjadi di wilayahnya harus memperhatikan hukum internasional dan kedaulatan negara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026

Arab Saudi Kembali Buka Bandara Internasional Riyadh Setelah Serangan Drone
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh kembali beroperasi untuk penerbangan domestik dan internasional, meski masih terus menghadapi ancaman serangan drone dan rudal dari milisi Houthi di Yaman.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Polisi Amankan Pengedar Sabu 75,78 Gram di Cengkareng
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Tiga Tersangka Narkoba Diamankan di Tambora
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.23 WITA

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.23 WITA

Gubernur Sumut Larang Vape di Lingkungan ASN, Dukungan dari Anggota DPR
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.22 WITA

Presiden Tinjau Progres Pendidikan Kepemimpinan di URI
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.22 WITA

Dewa United Evaluasi Kekalahan dari Arema FC
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.21 WITA

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.10 WITA

