Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Serangan Udara AS Tewaskan 4 Warga Sipil di Sirik, Termasuk Anak di Bawah Usia 5 Tahun

Empat warga sipil, termasuk seorang anak berusia empat tahun, tewas dalam serangan udara Amerika Serikat di wilayah Kuhestak, Sirik, Iran, yang menghancurkan sebuah rumah dan menghamburkan pesta pernikahan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 14.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Serangan Udara AS Tewaskan 4 Warga Sipil di Sirik, Termasuk Anak di Bawah Usia 5 Tahun
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat pada Rabu (2/9) di wilayah Kuhestak, Sirik, Iran, menewaskan empat warga sipil, termasuk seorang anak kecil berusia empat tahun. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa serangan tersebut menghantam sebuah kediaman warga serta lokasi perayaan pernikahan, yang menyebabkan kerusakan parah pada struktur bangunan dan mengakibatkan lebih dari lima puluh orang terluka. Kondisi listrik dan komunikasi pun terganggu akibat ledakan yang terjadi di lokasi tersebut.

Pejabat kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, mengonfirmasi kerusakan besar pada infrastruktur dan menegaskan bahwa semua korban luka telah dievakuasi ke rumah sakit di Minab, dengan kondisi kini stabil. Gubernur Sirik, Reza Shahidiyan, melaporkan bahwa dari total 63 korban luka, 50 di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. Rekaman yang dipublikasikan Palang Merah Iran menampilkan puing-puing berserakan, dinding runtuh, serta jendela hancur, mencerminkan dampak dahsyat dari serangan tersebut.

Seorang anak selamat dari serangan menggambarkan kepanikan saat ledakan terjadi. "Saat kami tiba, terjadi ledakan besar. Batu bata, semen, dan batu menghantam wajah dan kepala saya. Banyak orang terluka," ujarnya. Ia menegaskan bahwa semua korban adalah warga sipil biasa yang sedang merayakan acara keluarga. Serangan ini terjadi setelah bentrokan senjata terjadi di wilayah Selat Hormuz pada akhir pekan sebelumnya, memperburuk ketegangan antara AS dan Iran.

Kepala Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Ebrahim Azizi, mengecam keras tindakan AS dan memperingatkan bahwa serangan semacam ini akan dibalas. Ia menyebut kejahatan terhadap warga sipil sebagai tanda keputusasaan dari pemerintahan AS saat ini, serta kelanjutan dari serangan sebelumnya di Minab dan Lamerd yang menewaskan ratusan orang. Azizi menegaskan bahwa Iran akan menanggapi dengan kekuatan penuh, dan mengingatkan bahwa keheningan komunitas internasional bukan bentuk netralitas, melainkan pembiaran terhadap kekejaman.

Selain di Sirik, kantor berita semi-resmi Iran Tasnim melaporkan adanya ledakan di sejumlah wilayah lain, termasuk Konarak, Bandar Abbas, Jask, Asaluyeh, Ahvaz, serta Pulau Qeshm. Pernyataan dari Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyerukan solidaritas global dan menekankan bahwa Iran akan merespons kebiadaban tersebut secara tegas. Ia menekankan bahwa diamnya negara-negara internasional atau upaya membenarkan aksi militer AS justru melegitimasi pelanggaran HAM.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya