Serangan Udara AS Tewaskan 4 Warga Sipil di Sirik, Termasuk Anak di Bawah Usia 5 Tahun
Empat warga sipil, termasuk seorang anak berusia empat tahun, tewas dalam serangan udara Amerika Serikat di wilayah Kuhestak, Sirik, Iran, yang menghancurkan sebuah rumah dan menghamburkan pesta pernikahan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 14.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 12x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat pada Rabu (2/9) di wilayah Kuhestak, Sirik, Iran, menewaskan empat warga sipil, termasuk seorang anak kecil berusia empat tahun. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa serangan tersebut menghantam sebuah kediaman warga serta lokasi perayaan pernikahan, yang menyebabkan kerusakan parah pada struktur bangunan dan mengakibatkan lebih dari lima puluh orang terluka. Kondisi listrik dan komunikasi pun terganggu akibat ledakan yang terjadi di lokasi tersebut.
Pejabat kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, mengonfirmasi kerusakan besar pada infrastruktur dan menegaskan bahwa semua korban luka telah dievakuasi ke rumah sakit di Minab, dengan kondisi kini stabil. Gubernur Sirik, Reza Shahidiyan, melaporkan bahwa dari total 63 korban luka, 50 di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. Rekaman yang dipublikasikan Palang Merah Iran menampilkan puing-puing berserakan, dinding runtuh, serta jendela hancur, mencerminkan dampak dahsyat dari serangan tersebut.
Seorang anak selamat dari serangan menggambarkan kepanikan saat ledakan terjadi. "Saat kami tiba, terjadi ledakan besar. Batu bata, semen, dan batu menghantam wajah dan kepala saya. Banyak orang terluka," ujarnya. Ia menegaskan bahwa semua korban adalah warga sipil biasa yang sedang merayakan acara keluarga. Serangan ini terjadi setelah bentrokan senjata terjadi di wilayah Selat Hormuz pada akhir pekan sebelumnya, memperburuk ketegangan antara AS dan Iran.
Kepala Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Ebrahim Azizi, mengecam keras tindakan AS dan memperingatkan bahwa serangan semacam ini akan dibalas. Ia menyebut kejahatan terhadap warga sipil sebagai tanda keputusasaan dari pemerintahan AS saat ini, serta kelanjutan dari serangan sebelumnya di Minab dan Lamerd yang menewaskan ratusan orang. Azizi menegaskan bahwa Iran akan menanggapi dengan kekuatan penuh, dan mengingatkan bahwa keheningan komunitas internasional bukan bentuk netralitas, melainkan pembiaran terhadap kekejaman.
Selain di Sirik, kantor berita semi-resmi Iran Tasnim melaporkan adanya ledakan di sejumlah wilayah lain, termasuk Konarak, Bandar Abbas, Jask, Asaluyeh, Ahvaz, serta Pulau Qeshm. Pernyataan dari Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyerukan solidaritas global dan menekankan bahwa Iran akan merespons kebiadaban tersebut secara tegas. Ia menekankan bahwa diamnya negara-negara internasional atau upaya membenarkan aksi militer AS justru melegitimasi pelanggaran HAM.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

MHTG Tuntaskan Topping Off, Siapkan Pusat Kanker Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Diskon Hingga Jutaan Rupiah untuk Mesin Cuci dan Kulkas di Transmart
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.43 WITA

Moto3 Australia 2026 Batal, Veda Ega Kecewa, Danish Dapat Keuntungan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Klasemen MotoGP 2026 Stabil Usai Australia Batal Digelar
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Topan Champi Ancam Taiwan dan Jepang, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Demonstrasi Massal Prancis Tertahan, Ratusan Ribu Jatuhkan Kritik pada Kebijakan Pemerintah
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.31 WITA

Singapura Pertahankan Komitmen Kontrak Meski Ekspor Gas Dipangkas
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.30 WITA

