Serangan Udara AS Tewaskan Empat Orang di Acara Pernikahan Iran
Serangan udara Amerika Serikat menewaskan empat orang dan melukai 50 warga di sebuah desa di Iran, termasuk seorang anak, saat acara pernikahan sedang berlangsung.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 09.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat di wilayah Iran mengakibatkan empat nyawa melayang, dengan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Insiden tersebut terjadi saat sebuah acara pernikahan sedang berlangsung di desa Kuhestak, yang menjadi sasaran serangan. Informasi terbaru dari otoritas kesehatan Iran menyebutkan bahwa korban tewas kini mencapai empat orang, termasuk seorang anak kecil.
Kantor berita lokal melaporkan bahwa serangan menargetkan area yang diklaim sebagai lokasi kegiatan militer, namun menyebabkan dampak besar terhadap warga sipil. Sebanyak 50 orang terluka dalam insiden tersebut, sebagian besar mengalami cedera akibat ledakan dan puing-puing bangunan. Kondisi korban yang terluka kini sedang ditangani oleh petugas medis di rumah sakit terdekat.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, mengonfirmasi jumlah korban tewas dan luka dalam pernyataannya di platform X. Ia menegaskan bahwa serangan tersebut terjadi di lokasi yang tidak memiliki kaitan langsung dengan aktivitas militer, menyoroti keparahan dampak terhadap masyarakat sipil. Kermanpour menekankan bahwa warga yang terluka berasal dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak dan perempuan.
Insiden ini menambah tensi antara Iran dan Amerika Serikat, yang telah berlangsung secara intens dalam beberapa waktu terakhir. Serangan tersebut menjadi bukti bahwa konflik regional dapat berdampak langsung pada kehidupan sipil, bahkan dalam momen-momen sakral seperti pernikahan. Pihak Iran menyerukan keadilan internasional dan menekankan pentingnya menjaga netralitas dalam konflik yang melibatkan negara-negara berdaulat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

