Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Serangan Udara AS Tewaskan Lima di Acara Pernikahan Iran

Serangan udara yang diduga berasal dari Amerika Serikat menewaskan lima orang dan melukai 70 lainnya dalam acara pernikahan di Sirik, Hormozgan, Iran, pada 1 September.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 09.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Serangan Udara AS Tewaskan Lima di Acara Pernikahan Iran
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Serangan udara yang menghantam sebuah acara pernikahan di wilayah Sirik, Provinsi Hormozgan, Iran, telah menewaskan lima warga sipil, dengan tujuh puluh lainnya mengalami luka-luka serius. Kepala Bidang Ilmu Pengetahuan Medis Universitas Hormozgan, Pejman Shahrokhi, mengonfirmasi kematian Asieh Moulaeinejad akibat cedera parah yang diderita dalam insiden tersebut, sehingga total korban tewas naik menjadi lima orang.

Peristiwa terjadi pada malam 1 September, saat sejumlah warga berkumpul untuk merayakan pernikahan di sebuah lokasi terbuka. Serangan tersebut mengguncang wilayah yang sebelumnya tidak diketahui menjadi target militer. Pemerintah Iran menyatakan bahwa tempat perayaan tersebut tidak memiliki kaitan dengan aktivitas militer, menekankan bahwa korban adalah warga sipil yang sedang menghadiri acara keluarga.

Pihak Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) membantah menargetkan warga sipil, menegaskan bahwa serangan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap ancaman militer yang berasal dari Iran. Menurut pernyataan CENTCOM, sasaran utama adalah fasilitas militer milik Korps Garda Revolusi Islami (IRGC), termasuk sistem pertahanan udara, stasiun radar, fasilitas angkatan laut, dan infrastruktur komunikasi.

Insiden ini memperkuat ketegangan regional yang telah memburuk sejak serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS di UEA dan Kuwait. Dalam konteks yang lebih luas, serangan tersebut menandai eskalasi baru dalam tensi antara AS dan Iran, yang terus memicu kekhawatiran atas kemungkinan konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya