Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sherina Saksikan Dampak Karhutla Langsung di Kalimantan

Penyanyi Sherina Munaf menggambarkan kondisi kritis akibat karhutla saat tiba di Kalimantan, mulai dari penerbangan tertunda hingga melihat langsung titik api dan asap pekat yang mengganggu kehidupan warga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 22.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Sherina Saksikan Dampak Karhutla Langsung di Kalimantan
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kedatangan penyanyi Sherina Munaf ke Kalimantan berlangsung dalam suasana mendebarkan akibat kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah tujuan. Pesawat yang seharusnya mendarat di Palangkaraya terpaksa menunda pendaratan karena jarak pandang terbatas, hingga akhirnya baru bisa mendarat setelah memasuki kawasan pemukiman. Saat pesawat mulai turun, pemandangan dari jendela langsung terhalang oleh asap pekat yang tak biasa, bahkan aroma terbakar masuk ke dalam kabin dan memicu reaksi fisik pada penumpang.

Dalam unggahan video dan foto, Sherina mengungkapkan kekhawatirannya saat menyadari bahwa asap yang terlihat bukanlah awan biasa, melainkan hasil dari kebakaran hutan dan lahan yang tak kunjung padam. Ia langsung mengenakan masker karena iritasi tenggorokan dan mata mulai muncul. Ia menyebut bahwa wilayah Kalimantan baru terlihat saat pesawat sudah sangat dekat dengan permukiman warga, menandakan betapa parahnya kualitas udara di kawasan tersebut.

Setibanya di lokasi, Sherina bersama tim Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) langsung berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan dan BKSDA untuk menyalurkan bantuan logistik dan memetakan titik api aktif. Di perjalanan menuju lokasi, ia menyaksikan sisa lahan terbakar yang masih mengeluarkan asap dan titik api kecil yang berpotensi membesar. Ia menyampaikan keheranannya atas dampak besar yang dihasilkan oleh api sekecil itu, dan merasa prihatin atas beban yang harus ditanggung warga setempat setiap hari.

Rencana selanjutnya adalah kunjungan ke Pusat Rehabilitasi Orangutan BOSF di Nyaru Menteng untuk meninjau kondisi sekolah hutan dan memastikan perlindungan terhadap sekitar 200 ekor orangutan. Perjalanan darat selama 2,5 jam dari Palangkaraya menuju Tambore pun menjadi bagian penting dari kunjungan, di mana rombongan menyaksikan langsung upaya petugas memadamkan api dan membuat sumur air hingga dini hari.

Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kalimantan dan Sumatra terus menjadi ancaman serius bagi kesehatan, lingkungan, dan mobilitas masyarakat. Kementerian Lingkungan Hidup telah mengeluarkan instruksi mendesak kepada enam gubernur di wilayah tersebut untuk memperketat penanganan karhutla. Sejauh ini, 21 badan usaha telah disegel karena terkait dengan kejadian tersebut, tersebar di berbagai provinsi termasuk Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya