Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sidak SPBU Muna Barat, BPH Migas Tegaskan Kenaikan Harga BBM Tidak Pengaruhi Distribusi

BPH Migas mengawasi distribusi BBM di SPBU Muna Barat pasca-kenaikan harga, menjamin pasokan tetap stabil meski antrean sempat membludak.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 01.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Sidak SPBU Muna Barat, BPH Migas Tegaskan Kenaikan Harga BBM Tidak Pengaruhi Distribusi
Foto: Foto: Bahdin

Kendari, ıNarasikita - Tim pengawas dari Badan Pengelola Migas (BPH Migas) melakukan peninjauan mendadak ke sejumlah SPBU di wilayah Muna Barat, menyusul laporan masyarakat tentang antrean panjang dan kelangkaan BBM. Kunjungan tersebut dilakukan bersama Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM untuk memastikan distribusi bahan bakar tetap berjalan lancar meski terjadi kenaikan harga resmi. Tim memastikan tidak ada penimbunan atau penyimpangan distribusi yang mengganggu akses masyarakat terhadap BBM bersubsidi.

Hasil sidak menunjukkan bahwa pasokan BBM di SPBU Muna Barat secara umum masih memadai, meski terjadi peningkatan antrean akibat lonjakan permintaan pasca-kenaikan harga. BPH Migas menyatakan bahwa peningkatan antrean bukan akibat kelangkaan, melainkan respons konsumen terhadap perubahan harga. Pihaknya menegaskan bahwa distribusi BBM tetap diatur secara ketat melalui sistem logistik yang telah dikoordinasikan dengan pelaku usaha dan pemerintah daerah.

Kepala BPH Migas menekankan bahwa kenaikan harga BBM tidak boleh menjadi alasan untuk menghambat distribusi atau mempermainkan pasokan. “Kami memastikan setiap SPBU menerima pasokan sesuai alokasi, tanpa diskriminasi atau penundaan,” ujar petinggi BPH Migas dalam keterangan resmi. Ia juga menegaskan bahwa penegakan aturan distribusi akan terus dipantau secara intensif, terutama di daerah terpencil yang rentan terhadap ketidakseimbangan pasokan.

Sidak ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga kestabilan pasokan BBM di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di daerah rawan seperti Muna Barat yang memiliki akses transportasi terbatas. Dengan pendekatan langsung ke lapangan, BPH Migas ingin menunjukkan komitmen dalam mencegah potensi disrupsi akibat perubahan harga, sekaligus menanggapi keluhan masyarakat secara proaktif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya