Sidak SPBU Muna Barat, BPH Migas Tegaskan Kenaikan Harga BBM Tidak Pengaruhi Distribusi
BPH Migas mengawasi distribusi BBM di SPBU Muna Barat pasca-kenaikan harga, menjamin pasokan tetap stabil meski antrean sempat membludak.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 01.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Tim pengawas dari Badan Pengelola Migas (BPH Migas) melakukan peninjauan mendadak ke sejumlah SPBU di wilayah Muna Barat, menyusul laporan masyarakat tentang antrean panjang dan kelangkaan BBM. Kunjungan tersebut dilakukan bersama Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM untuk memastikan distribusi bahan bakar tetap berjalan lancar meski terjadi kenaikan harga resmi. Tim memastikan tidak ada penimbunan atau penyimpangan distribusi yang mengganggu akses masyarakat terhadap BBM bersubsidi.
Hasil sidak menunjukkan bahwa pasokan BBM di SPBU Muna Barat secara umum masih memadai, meski terjadi peningkatan antrean akibat lonjakan permintaan pasca-kenaikan harga. BPH Migas menyatakan bahwa peningkatan antrean bukan akibat kelangkaan, melainkan respons konsumen terhadap perubahan harga. Pihaknya menegaskan bahwa distribusi BBM tetap diatur secara ketat melalui sistem logistik yang telah dikoordinasikan dengan pelaku usaha dan pemerintah daerah.
Kepala BPH Migas menekankan bahwa kenaikan harga BBM tidak boleh menjadi alasan untuk menghambat distribusi atau mempermainkan pasokan. “Kami memastikan setiap SPBU menerima pasokan sesuai alokasi, tanpa diskriminasi atau penundaan,” ujar petinggi BPH Migas dalam keterangan resmi. Ia juga menegaskan bahwa penegakan aturan distribusi akan terus dipantau secara intensif, terutama di daerah terpencil yang rentan terhadap ketidakseimbangan pasokan.
Sidak ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga kestabilan pasokan BBM di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di daerah rawan seperti Muna Barat yang memiliki akses transportasi terbatas. Dengan pendekatan langsung ke lapangan, BPH Migas ingin menunjukkan komitmen dalam mencegah potensi disrupsi akibat perubahan harga, sekaligus menanggapi keluhan masyarakat secara proaktif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kebakaran Landa Dua Rumah di Wakontu Akibat Kompor Tak Dimatikan
Kebakaran hebat terjadi di Desa Wakontu, Muna Barat, menyebabkan dua rumah hangus karena kompor gas ditinggalkan menyala setelah memasak.
8 September 2026

Kejati Sultra Periksa Aktivitas Tambang di Pulau Pulau
Kejati Sultra menyatakan akan memverifikasi laporan aktivitas tambang nikel di Pulau Pulau, termasuk Pulau Wowoni, sebelum menentukan langkah hukum.
8 September 2026

Pencegahan Kerusakan Smartphone Akibat Abu Vulkanik
Pengguna perangkat elektronik diminta segera membersihkan smartphone setelah terpapar abu vulkanik untuk mencegah kerusakan permanen akibat partikel tajam dan risiko korsleting.
8 September 2026

Rektor Lantik 16 Pejabat Fungsional di UIN Kendari
Rektor Universitas Islam Negeri Kendari melantik 16 pejabat fungsional dengan tujuan memperkuat tata kelola dan pelayanan akademik di lingkungan kampus.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


